sejumlah-wartawan-meliput-melalui-monitor-televisi-keterangan-pers-wakil_200327231028-714

Wagub Jatim Ajak Warga Tahan Diri tidak Mudik

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Ramadhan tahun ini merupakan momen detoksifikasi lahir dan batin. Ia meminta semua orang untuk menahan diri, utamanya dari kegiatan tahunan yang sudah menjadi tradisi umum Indonesia, yakni pulang zona atau mudik.

“Berpuasa memberikan efek detoksifikasi. Ini termasuk detoksifikasi fisik, batin, dan bahkan sosial politik. Kata kuncinya utama, menahan diri. Dan itu juga utamanya berarti menahan diri dari mudik, ” kata Emil, Senin (19/4).

Emil mengucapkan, pandemi Covid-19 di Nusantara memang telah berjalan lebih dari satu tahun. Namun demikian, proyeksi dari piawai menghadapi pandemi selama mulia tahun tersebut tidak ada yang bersifat empiris serta faktual 100 persen. Itulah mengapa langkah yang diambil pemerintah tidak semuanya bisa diaplikasikan pada beragam situasi.

“Konteks situasi di masa pandemi tersebut berbeda-beda. Bisa saja kiprah A dapat diterapkan di situasi A, tetapi tak di situasi B, ” ujar Emil.

Emil melanjutkan, dalam status seperti ini, banyak ide yang harus melalui metode panjang sebelum akhirnya diterima pemerintah, utamanya Pemprov Jatim. Tetapi melalui pemikiran dengan matang lewat hasil piawai selama setahun, reaktivasi kegiatan sosial di bulan bersih Ramadhan dapat kembali dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan tubuh yang ketat. Meskipun tidak termasuk kegiatan mudik.

“Izin untuk kesibukan sosial seperti buka pertarakan bersama dan tarawih dalam bulan Ramadhan ini diberikan karena konteks situasinya berbeda. Masker, pelaksanaan vaksinasi, kesadaran publik, kita sudah memiliki pengalaman satu tahun sehingga lebih punya persiapan. Kesudahannya ada threshold di mana pihak Pemprov Jatim memberikan suatu trust dan persetujuan, ” kata dia.

Terkait larangan mudik, Emil menyatakan, aturan itu diterapkan tak lain karena kurangnya pengalaman menangani pergerakan orang dalam jumlah tumbuh. Pada saat akhir pekan sekadar, lonjakan kasus Covid-19 pada Jawa Timur meningkat drastis hingga nyaris menginjak angka ribuan per hari.

“Memang sudah ada vaksin, tetapi vaksinasi berlaku bukan untuk membuat kita lepas dari pandemi. Bahan utamanya adalah memberi perlindungan, ” ujarnya.