Turis Inggris Ditemukan Meninggal Dunia pada Kamar Kos

Turis Inggris Ditemukan Meninggal Dunia pada Kamar Kos

Turis Inggris ditemukan meninggal dunia dalam kamar kos di Sanur, Denpasar Selatan.

REPUBLIKA. CO. ID, DENPASAR — Kapolsek Denpasar Selatan (Densel), Kompol I Nyoman Wirajaya, mengatakan, seorang turis asing asal Inggris bernama William Hamilton Mackenzie (73) ditemukan mati di sebuah kamar kos wilayah Sanur, Denpasar Selatan. Setelah dilakukan pengambilan sidik jari dan pengecekan diseluruh tubuh korban tidak tersedia ditemukan bekas tanda kekerasan.

“Untuk penyebab kematian korban dugaan sementara karena faktor usia dan sakit-sakitan, ” kata Kompol I Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi di Denpasar, Selasa (18/8) malam.

Ia mengatakan, dari hasil pengamatan di TKP, bahwa posisi korban saat itu tidur dan mematuhi baju warna hitam, masih memasang selimut, kemudian di sebelah kiri korban ada bantal guling. Era ini korban sudah dievakuasi menuju RSUP Sanglah untuk proses lebih lanjut.

Awalnya, sejak keterangan staf korban, Stiyo Pramito, mengatakan, bahwa pada 17 Agustus 2020 sore melihat korban tidak mau makan dan mengamati prinsip korban yang kosong. Pada malam harinya sekitar pukul 22. 30 wita, staf korban ini berusaha memberikan minum air putih, namun menemukan kondisi korban sudah luwes. Kemudian, staf korban ini pula sempat mencubit kaki korban serta masih ada gerakan.

“Jadi pada (18/8) pukul 05. 00 Wita, staf korban wujud dan mengecek kondisi korban, sesudah dipegang denyut nadinya, tidak ada reaksi dan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, ” logat Kapolsek.

Kompol I Nyoman Wirajaya menjelaskan dari petunjuk saksi, kalau korban kecanduan alkohol dan pada 2015 pernah menikmati patah kaki karena terjatuh di kamar mandi. Sebelumnya, korban pernah melakukan kontrol kesehatan ke RS Bali Med dengan hasil objek menderita sakit asam urat. Kesehariannya pun korban di rumah melaksanakan aktivitas memakai kursi roda.

“Menurut staf korban yang sudah bersama dengan korban semenjak tahun 2010 mengatakan pada Juni 2020 mantan pembantu korban pernah bertemu dengan keluarga yang terindikasi kena virus COVID-19. Lalu bagian Puskesmas Sanur setempat melakukan ulangan usap terhadap semua yang susunan di rumah korban dan hasilnya negatif, ” jelasnya.

sumber: Jarang