013776600-1621561285-830-556

Sudah Perang Lawan Hamas, Israel Minta 1 Miliar Dolar ke AS

Graham menilai tidak ada teman lebih baik bagi Amerika Serikat selain Israel

REPUBLIKA. CO. ID, YERUSALEM — Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham mengumumkan bahwa Israel akan menodong tambahan 1 miliar dolar AS bantuan Amerika untuk mengisi kembali sistem pertahanan roketnya. Permintaan ini diumumkan setelah perang belum lama ini di Gaza dengan Hamas.

Graham mengindikasikan langkah AS yang lebih banyak untuk Israel. Seperti diketahui, Israel ialah penerima bantuan AS terbesar. Graham juga menyerukan Konvensi dan pemerintahan saat ini untuk menyetujui permintaan Israel untuk lebih banyak derma.

Otoritas Israel telah menerima 3, 8 miliar dolar AS di dalam bentuk bantuan militer GANDAR setiap tahun. “Setiap kali seseorang mencoba untuk mengacaukan Israel, respons kami ialah lebih banyak bantuan, ” kata Graham seperti dikutip laman Middle East Eye , Rabu (2/6).

Seruan untuk lebih banyak tumpuan AS datang pada keadaan yang sama ketika pemerintah Israel melaporkan penghitungan ekspor militer tertinggi pada 2020 sebesar 8, 3 miliar dolar AS.

Sementara itu jajak pendirian baru-baru ini oleh Arab American Institute menunjukkan kalau kebanyakan orang Amerika menyalahi bantuan tak terbatas pada Israel.

Suruhan untuk lebih banyak uang pembayar pajak AS peluang akan memicu oposisi sejak Demokrat sayap kiri dan menguji kekuatan pendukung Israel di Washington di tengah meningkatnya kritik terhadap kecendekiaan Israel terhadap Palestina.

Di dalam Selasa, Graham berjanji untuk memimpin upaya untuk menyimpan bantuan tambahan di Konvensi setelah Pentagon secara resmi menerima permintaan tersebut di dalam beberapa hari mendatang.
Senator itu bertemu dengan pejabat tinggi Israel pasar ini, termasuk dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Di tengah masukan bahwa saingan politik Netanyahu berada di puncak pembentukan pemerintahan koalisi yang mau menyingkirkannya dari kekuasaan, Graham mengatakan hubungan Washington secara Israel tidak akan terpengaruh oleh politik internal negeri itu.

“Pemerintah mungkin berubah dalam kurang hari ke depan, tetap terang. Tapi satu peristiwa (yang) tidak akan berubah adalah hubungan antara Israel dan Amerika Serikat, ” kata Graham, Selasa.

“Tidak ada jodoh yang lebih baik untuk Amerika Serikat selain Israel, dan Bibi telah menjadi salah satu pemimpin terkuat di dunia selama 15 tahun terakhir, ” ujarnya menambahkan.