staf-khusus-presiden-angkie-yudistia-_191203153701-913

Stafsus Presiden Apresiasi Langkah Pertamina Peduli Difabel

Banyaknya potensi serta kemampuan yang dimiliki sebab teman-teman disabilitas.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pertamina membimbing staf khusus Presiden Republik Indonesia, Angkie Yudistia, buat program Peningkatan Soft Skill Bagi Sahabat Disabilitas yang diselenggarakan di Gedung BRSPDSN Wyata Guna.

Angkie yang juga penyandang disabilitas tuli ini memberikan pelatihan bagi sahabat disabilitas pada acara tersebut. Dia mengatakan penyandang disabilitas ataupun difabel juga memiliki kepandaian yang tak kalah dibanding orang biasa.

“Saya melihat banyaknya daya dan kemampuan yang dimiliki oleh teman-teman disabilitas. Sebab karena itu kunjungan aku ke beberapa daerah mau memastikan bahwa kepala wilayah membuat program untuk merangkul penyandang disabilitas, ” jelasnya.

Ia selalu mengapresiasi langkah Pertamina untuk pelatihan soft skill ini agar penyandang disabilitas mampu lebih mandiri secara ekonomi.

“Pertamina mempunyai program untuk pemberdayaan temen-temen penyandang disabilitas, supaya mampu lebih mandiri secara ekonomi. Diajari skill yang cakap, workshop kesehatan mental juga. Saya berharap temen-temen tersebut punya optimistis dan tak kalah dengan yang nondisabilitas agar bisa bersaing dalam dunia usaha, ” ujarnya saat sambutan dalam agenda tersebut.

Manager CSR Pertamina Persero Dian Hapsari Firasati mengungkapkan, tidak hanya di Bandung saja, Pertamina akan roadshow berhubungan Angkie ke beberapa tanah air di Indonesia untuk program yang sama agar penyandang disabilitas di Indonesia berpunya semangat, berdiri, serta mandiri untuk kehidupan ekonominya.

“Alhamdulillah, kita bisa menghadirkan Mbak Angkie Stafsus Presiden untuk program Pelatihan Sahabat Disabilitas. Insya Allah Pertamina bersama Mbak Angkie akan roadshow berkunjung ke lokasi-lokasi binaan TJSL yang lain, seperti Boyolali tersedia program sahabat disabilitas Srikandi Patra, Bali ada sahabat disabilitas yang bisa menari tradisional dan juga mampu membuat tenun Bali, & ada di Banyuwangi pula, ” jelasnya.

Ia berharap kemampuan & kelebihan yang dimiliki penyandang disabilitas bisa meningkatkan kemandirian dan membuka jaringan pada sesama. “Dibalik kekurangan ternyata ada kekampuan luar biasa yang dimiliki teman-teman disabilitas. Kami berharap semoga program-program yang sudah kami jalankan ini bisa meningkatkan kemerdekaan dari sahabat-sahabat disabilitas, tak hanya meningkatkan kompetensi tapi juga membuka jaringan pada sesama peserta, ” pungkasnya.