Setia tak Hanya Saat Hadapi Musibah, tapi Juga Kala Ibadah

Setia tak Hanya Saat Hadapi Musibah, tapi Juga Kala Ibadah

Sabar tidak hanya ketika menghadapi ujian tetapi juga ketaatan.

REPUBLIKA. CO. ID, Para ulama membagi sifat sabar dengan tiga wajah. Pertama, sabar menaati Allah. Mengapa? Sebab untuk menjalankan semua rukun Islam sangat membutuhkan ketenangan.

Sholat, misalnya. “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan kelanjutan (yang baik) itu adalah untuk orang yang bertakwa. ” (QS Thaha: 132).

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang serupa itu sungguh berat, kecuali untuk orang-orang yang khusyuk. ” (QS Al-Baqarah: 45).

Allah SWT mengaitkan kurun sabar dan shalat bahwa seseorang tak akan menegakkan shalat secara benar tanpa kesabaran dirinya. Tumbuh bersama dengan orang-orang beriman, membantu mereka, berdakwah bersama mereka, menggerakkan mereka menaati Allah, juga memerlukan kesabaran.

Juga lihat QS Al-Kahfi: 28. Bahkan ada dua tugas isi seorang Muslim yang keduanya silih berkait tak terpisahkan untuk memperoleh kebahagiaan, yaitu saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.

Kedua, sabar menjauhi maksiat. Sabar mengendalikan gejolak nafsu jangan sampai terseret kepada dosa. Sabar membekukan diri dari perhiasan dunia yang selalu menggodanya. Sabar meninggalkan harta haram yang menggiurkan. Sabar tak mendekati jalan-jalan zina yang selalu memanggilnya. Rasulullah SAW menyebutkan, itu adalah jalan ke surga. “Surga diselimuti dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, sementara neraka diselimuti secara hal-hal yang menggiurkan. ”

Ketiga, setia menjalani ujian Allah SWT bahwa hidup dan mati, senang serta susah, mudah dan sulit, semua adalah ujian. Banyak orang menetap bilamana diuji dengan kesulitan, namun malah ia jatuh pada saat diuji dengan kemudahan. Banyak serangga justru mati di dalam gula.

Seekor kera tidak jatuh pada era diembus angin kencang. Malah dia jatuh pada saat diembus jalan sepoi-sepoi. Sorang Mukmin harus tetap sabar pada saat diuji dengan kesulitan dan bersyukur pada era diuji dengan kesenangan.

sumber: Harian Republika