jenis-babi-hutan-yang-dipelihara-dalam-peternakan-ilustrasi-_121002140106-767

Seratusan Babi Hutan Mati Mendadak di Kaltara

Diduga babi alas itu mati mendadak terpapar virus Afrika.

REPUBLIKA. CO. ID, TARAKAN — Seratusan sekalor hutan ditemukan mati mendadak yang diduga terkena aib Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Demikian disampaikan Besar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Wahyuni Nuzband.

“Ada tiga lokasi saat ini yang terdampak yaitu Krayan pada Kabupaten Nunukan, Mentarang Hulu di Kabupaten Malinau serta Peso di Kabupaten Bulungan, ” kata Kepala Wahyuni Nuzband saat dihubungi dari Tarakan, Sabtu.

Dilaporkan babi hutan dengan mati di Kecamatan Peso sebanyak 40 ekor, Kecamatan Mentarang Hulu sebanyak 65 ekor dan Kecamatan Krayan sebanyak 24 ekor. Era ini DPKP sedang memeriksa tiga kabupaten yang penuh ditemukan babi hutan maupun babi ternak yang mati.

Dia mengucapkan pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota pada dinas terkait dan diharap dinas tersebut menyampaikan ke masyarakat. “Sebetulnya kejadian babi hutan yang mati mendadak sudah pernah terjadi beberapa bulan lalu dan sudah disosialisasikan, ” kata Wahyuni.

DPKP juga sudah mengambil sampel sekalor hutan di daerah Krayan dan pekan depan rencananya ambil sampel dan sosialisasi di Peso. Selanjutnya dikerjakan sosialisasi di Kabupaten Malinau. Karantina Pertanian Tarakan era ini juga masih menduduki hasil laboratorium Balai Veteivener (Bvet) di Banjarbaru terpaut banyaknya babi hutan yang mati mendadak.

“Sampel yang dikirim tersebut, kemungkinan minggu depan sudah dapat hasilnya yang diambil dari Krayan, ” katanya.

Sementara kira-kira bulan lalu, DPKP mengirim sampel babi hutan yang mati hasilnya ada ditemukan adanya virus ASF tersedia juga yang tidak.

sumber: Antara