Sembilan Cabor Ajukan Diri sebagai Bagian KONI

Sembilan Cabor Ajukan Diri sebagai Bagian KONI

Banyak cabor yang telah mewakili Indonesia serta berprestasi di internasional

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Sembilan cabang olahraga mengajukan diri sebagai anggota KONI Sentral pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2020 hari kedua dengan digelar secara virtual, Rabu.

Sembilan organisasi induk cabang olahraga yang berharap segera bercampur dalam naungan KONI Pusat adalah Persatuan Pusat Modern Penthatlon Indonesia (PP MPI), Persatuan Selancar Aliran Indonesia (PSOI), Indonesia Beladiri Amatir (IBA-MMA), Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI), Pengurus Besar Esport Nusantara (PB ESI), Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PB PBFI), Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), dan Perkumpulan Angkat Berat Segenap Indonesia (PB PABERI).

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman pada hari pertama Rakernas menyampaikan bahwa banyak cabang gerak yang telah sering mewakili Nusantara dan berprestasi di tingkat universal, seperti modern penthatlon namun belum memiliki induk organisasi.

“Banyak cabor yang telah mewakili Indonesia dan berprestasi di universal seperti modern penthatlon belum memiliki induk organisasi di Indonesia, ” kata Marciano.

Selain itu, ada juga cabang Olimpiade, yaitu angkat besi harus bercerai dari PABBSI karena tuntutan sebab federasi internasionalnya. PABBSI akan dipecah menjadi tiga organisasi induk bagian olahraga berbeda, yakni Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PB PBFI), Gabungan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), dan Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABERI).

“Mereka merupakan lumbung medali untuk Indonesia, jangan sampai preskripsi federasi ini menjadi halangan angkat besi kita untuk berprestasi. Beta akan meminta KONIDA membantu menyesuaikan kepengurusan PABBSI di daerah, karena atlet akan jadi fokus ana, ” ujarnya.

Selain membahas penerimaan anggota baru KONI, Rakernas yang berlangsung tiga keadaan pada 25-27 Agustus itu selalu membahas mengenai kesiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX di dalam 2021, kesiapan PON Aceh-Sumut XXI pada 2024, serta lanjutan revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang saat ini telah mengakar ke DPR RI.

sumber: antara