blok-masela-_160102183212-160

Sanggup Saham Blok Masela, BUMD Maluku akan Investasi Rp 30 T

BUMD Maluku mendapatkan jatah saham di Blok Masela sebesar 10 persen.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Badan usaha milik daerah, PT Maluku Energy Abadi mendapatkan hak kontribusi sebesar 10 persen pada proyek Blok Masela. Penasihat Utama Maluku Energi Kekal Musalam Latuconsina mengatakan pihaknya tengah memasuki tahapan ketujuh untuk mendapatkan hak kontribusi sebesar 10 persen dalam proyek Lapangan Abadi Masela.

Perusahaan daerah yang 99 persen sahamnya digenggam sebab Pemerintah Provinsi Maluku sudah menuntaskan tahapan keenam yaitu menerima surat penawaran dari kontraktor kontrak kerja cocok (KKKS) Masela yakni Inpex Masela dan telah mengembalikan dokumen minat dan kesanggupannya.

Dengan hak partisipasi 10 persen, kata Musalam, oleh sebab itu pihaknya bakal menanggung 10 persen dari total kos investasi pengembangan Blok Masela yang ditaksir 20 miliar dolar AS atau hampir sekitar Rp 300 triliun.

“Untuk investasi pembangunan konstruksi 5 tahun ke depan pada 2023–2028 kurang lebih berkisar Rp 300 triliun jadi kalau memang PI (participating interest) 10 persen ada tanggungan yang dibebankan kepada Daerah Maluku Rp 30 triliun, ” kata Musalam, Kamis (1/4).

Lebih lanjut, Musalam menjelaskan, sesuai dengan Susunan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2016 dilaksanakan mencuaikan skema kerja sama meniti pembiayaan oleh kontraktor dan pengembalian pembiayaan diambil daripada bagian BUMD/perusda dari hasil daerah, tanpa dikenakan kembang, dapat dikembalikan setiap tahunnya secara kelaziman bisnis serta jangka waktu pengembalian dimulai bilamana produksi sampai secara terpenuhinya kewajiban.

Dia mengucapkan, nantinya Maluku Energy Langgeng sebagai BUMD yang dipilih akan tetap ikut memperhatikan perkembangan proyek agar porsi sebesar 10 persen tersebut bisa didapatkan. Untuk zaman ini, BUMD itu mau melakukan pembukaan data dengan Inpex untuk mengevaluasi bertambah lanjut proyek Blok Masela.

“Kita proses PI cukup masuk tahap ketujuh di situ mereka harus bekerja data kepada kami kita ada due diligence pada situ kita punya waktu 6 bulan ke ajaran dari segala aspek, norma, finance, subsurface kita sama-sama lakukan evaluasi, ” nyata Musalam.

Dalam perkembangan dengan lain, Maluku Energy Langgeng juga tengah mengurus hak partisipasi dua wilayah kegiatan lainnya yaitu WK Bula dan WK Seram Non Bula yang dikelola sebab Citic Seram dan Kalrez Petroleum. Pihaknya tengah me jumlah investasi yang hendak dikucurkan untuk kedua WK tersebut karena sudah beroperasi sejak 2019.

“Untuk Bula dan Non Bula PI 10 persen kalau jadi kita bisa hitung mulai 2019 sampai seterusnya karena 2 WK sudah berproduksi jadi mekanismenya ditalangi zaman, ” tutur Musalam.