danone-indonesia-menyerahkan-bantuan-kepada-korban-banjir-di-wilayah_210126065202-363

Sandaran untuk Korban Banjir Gunung Mas Terus Mengalir

Danone-AQUA telah memberikan bantuan air minum yang dibutuhkan korban banjir bandang.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Curah hujan yang tinggi beberapa bulan belakang ini telah mengakibatkan banjir bandang dan longsor di beberapa daerah di Jawa Barat. Pada 19 Januari 2021 lalu banjir bandang melanda kawasan Gunung Mas, Pucuk, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Banjir bandang ini terjadi akibat longsor dalam gunung yang mengakibatkan banjir ke pemukiman warga. Dampak dari perihal ini, sebanyak 900 warga terpaksa harus diungsikan.

Danone-AQUA telah memberikan bantuan air menelan yang dibutuhkan masyarakat yang terkena dampak banjir bandang itu. Pemberian bantuan ini diberikan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Bogor, di Aula PTPN VIII untuk disalurkan kepada warga yang saat ini berada dalam tempat pengungsian.

“Bantuan Danone-AQUA ini merupakan wujud afeksi perusahaan terhadap situasi dan situasi masyarakat yang sedang mengalami sial. Ketersediaan air minum pada zaman banjir seperti ini tentu benar dibutuhkan. Oleh karena itu saya segera menurunkan tim untuk dapat menyalurkan bantuan air minum untuk masyarakat yang terdampak. Semoga sandaran dapat meringankan beban warga dengan terkena musibah ini, ” cakap Murtijo Utomo, Senior External Relations Manager Danone-AQUA Region Jawa Barat dalam rilisnya, Senin (25/1).

Pada beberapa peristiwa bala sebelumnha, Danone-AQUA juga menurunkan sandaran seperti penyediaan alat berat (excavator) untuk menangani longsor yang berlaku di Kecamatan Cisalak dan Kecamatan Tanjung, Kabupaten Subang pada simpulan tahun lalu.

Longsor terjadi di beberapa desa di dua kecamatan tersebut telah melahirkan sawah-sawah masyarakat terendam banjir, merusak saluran irigasi, dan memutus sabuk utama jalan provinsi. Selain tersebut Danone-AQUA pun menyalurkan bantuan cairan minum kepada warga masyarakat dengan terkena musibah ini.

Dalam penanganan longsor di Kabupaten Subang ini Danone-AQUA berkoordinasi dengan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Subang, Dinas PUPR Kecamatan Cisalak dan Tanjung, dan Perum Uluran tangan Tirta. Koordinasi ini membuat jalan penanganan longsor dapat berjalan lekas dan lancar.

Di dalam saat banjir bandang paling payah terjadi di tiga kecamatan dalam kaki gunung Salak, Sukabumi, yakni Cicurug, Cidahu, dan Parungkuda pada September 2020, Danone-AQUA juga turut berupaya untuk membantu warga dengan terdampak.

Selain tumpuan air minum, perusahaan juga menyimpan posko kesehatan di Kampung Nyangkowek, Desa Mekarsari termasuk dokter & tenaga medis untuk melayani warga dan para relawan, memberi obat-obatan, bantuan sembako, masker dan menyarung tangan, hingga bantuan kompor dan gas beserta regulator. Danone pula menyediakan Posko Kesehatan yang dilengkapi dua toilet portabel.

“Hal ini merupakan inisiatif perusahaan dalam menyikapi situasi dan status masyarakat yang sedang mengalami musibah. Selain bantuan berupa barang keinginan, para karyawan Danone-AQUA pun langsung turun sebagai relawan membantu awak masyarakat yang terdampak. Kami tetap bantuan yang diberikan banyak bagian termasuk Danone-AQUA bisa membantu meringankan penderitaan korban banjir di Cicurug, Cidahu, dan Parungkuda, ” sebutan Michael Liemena selaku Regional Communications Manager Danone Indonesia.

Danone-AQUA juga bekerjasama dengan Muspika Cicurug melakukan kegiatan normalisasi kali dan badan sungai Cicatih sekitar 250 meter paska banjir bandang. Danone-AQUA menurunkan satu unit excavator dan 40 relawan Pabrik AQUA Mekarsari dan Babakan Pari ke sungai Cicatih untuk membersihkan material lumpur dan sampah-sampah lainnya. Order yang dilaksanakan pada 28 September 2020 ini berlangsung sekitar besar pekan.

“Tujuan lantaran kegiatan normalisasi sungai ini ialah untuk meminimalkan dampak banjir bandang dan menormalkan aliran air sungai Cicatih supaya ke depannya dapat meminimalkan risiko terjadinya musibah banjir, ” kata Michael.