Rusunawa Margaluyu Diwacanakan Jadi Tempat Isolasi

Rusunawa Margaluyu Diwacanakan Jadi Tempat Isolasi

Meningkatnya kasus covid-19 di Kota Serang terjadi karena klaster perkantoran

REPUBLIKA. CO. ID, SERANG–Pemerintah Praja (Pemkot) Serang kembali mewacanakan Rusunawa di Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Praja Serang menjadi tempat isolasi penderita Covid-19 di wilayahnya. Hal itu disebabkan kasus penyebaran virus korona yang diakui terus bertambah secara signifikan dalam beberapa bulan belakang.

Besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Terjang, M. Iqbal menuturkan Rusunawa dalam Margaluyu merupakan pilihan pertama untuk menampung pasien korona jika kasusnya semakin tidak terkendali. Rusunawa ini pada awal masa pandemi telah disiapkan pemkot untuk tempat isolasi, namun urung dilakukan karena penderita positif langsung dikirim ke rumah atlet.

“Rusunawa itu kita mempersiapkan sebagai opsi pertama sebagai ruang isolasi, saat ini yang ada pada RS (rumah sakit) kota kalau mereka yang nggak isolasi sendiri. Kemarin sebelum peningkatan begini aku kirimkan ke wisma atlet ataupun ke RS kota, ”jelas Iqbal, Ahad (20/9).

Iqbal juga menyebut selama ini realisasi rusunawa sebagai tempat isolasi terkendala penolakan warga setempat. “Rusunawa ini juga kan terpaut ada penolakan masyarakat banyak, ”ujarnya.

Selama Rusunawa Margaluyu masih belum ditetapkan sebagai tempat isolasi atau masih terkendala penolakan warga, Iqbal mengiakan masih akan mengandalkan layanan di RSUD Kota Serang. Jika nantinya rumah sakit daerah tidak teristimewa bisa menampung pasien covid-19, dia berencana menyewa hotel sebagai tempat isolasi.

“Isolasi di RS kita ada enam tempat tidur, ada solusi kita, tenaga kesehatannya sudah kita siapkan dan dokternya juga sudah siap. Opsi kedua kalau sungguh ternyata tidak bisa dikendalikan jumlahnya, bisa di hotel melati lah, kita kan mencermati juga kapasitas di wisma atlet, ”ujarnya.

Meningkatnya kasus covid-19 di Kota Serang disebutnya terjadi karena klaster perkantoran karena warga bekerja di wilayah secara tingkat kasus tinggi seperti Jakarta. Kendati demikian, Iqbal menilai penambahan kasus yang signifikan ini sedang termasuk rendah jika dibandingkan daerah lain di Banten.

“Ada juga klaster keluarga karena misal suaminya pasti dan yang bersangkutan nggak setia protokol kesehatan maka menularkan orang, anak dan tetangganya. Ini yang menjadi peningkatan terus di Tanah air Serang tapi berdasarkan komparasi wilayah di Banten, Kota Serang no. dua terkecil kasusnya setelah Kabupaten Pandeglang, ” katanya.

Iqbal menyebut pula sedang menyiapkan tes swab buat sekitar 3000 warga Kota Serang untuk deteksi dini pasien terkonfirmasi positif. “Tes swab saya teristimewa nunggu dan koordinasi dengan Labkesda (Laboratorium kesehatan daerah) Provinsi Banten, ” ungkapnya.

Hingga kini Dinkes Tanah air Serang mencatat ada 145 karakter terkonfirmasi positif, 57 pasien masih dirawat, 5 orang meninggal dunia dan 83 dinyatakan sembuh.

Sementara Pemimpin DPRD Kota Serang Budi Rustandi meminta Pemkot Serang lebih menggencarkan sosialisasi dan edukasi pencegahan korona bagi masyarakat. Sanksi pelanggaran protokol kesehatan juga dimintanya agar bertambah dipertegas untuk memicu kedisiplinan awak.

“Pembatasan di PSBB sekarang ini membentuk untuk meningkatkan kewaspadaan warga, penindakan juga supaya lebih tegas lagi makanya kita lakukan razia masker. PSBB juga untuk sosialisasi, membentuk nggak semua warga baca jalan seperti di kampung-kampung itu secara adanya cek poin maka sosialisasinya lebih banyak, ” katanya.

Kendati urusan pasien terkonfirmasi positif semakin menyusun, Budi mengatakan saat ini PSBB tidak dalam tahap menutup semua aktivitas usaha atau kantor dengan menjadi klaster penyebaran covid-19. Ia meminta setiap pihak di Pemkot Serang saling berkoordinasi untuk menekan angka kasus bersama-sama.

“Saya ingin PSBB ini pembatasan sana, perekonomian tanpa sampai mati karena nanti bakal menimbulkan masalah baru. Biarkan berlaku, makanya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) semua harus tetap mengawal aturan kesehatan agar lebih maksimal, lebih tegas mulai dari Sat Penuh PP, Dinkes, pariwisata, ” ujarnya.