073728100-1615195640-830-556

Rp 140 Miliar Siap Digelontorkan untuk Rumah Ibadah dalam DKI

Dana BOTI akan disalurkan untuk 3. 200 masjid, 2000 mushala, 1. 379 gereja, 263 wihara

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA —┬áDana menyumbangkan Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) 2021 bagi rumah-rumah ibadah di Jakarta sejak berbagai agama, ditetapkan Rp 140, 520 miliar.

Kepala Biro Pelajaran dan Mental Spiritual Setda DKI Jakarta Muhammad Zen, di Jakarta, Sabtu (20/3), menjelaskan dana hibah BOTI sebesar Rp140, 520 miliar pada 2021 ini hendak disalurkan untuk 3. 200 masjid, 2. 000 mushala, 1. 379 gereja, 263 wihara serta 19 negeri, kuil, dan mandil.

“Besaran dana mendermakan BOTI untuk tempat ibadah besar seperti masjid, gereja, pura, dan wihara sebesar Rp2 juta per kamar. Sementara, untuk tempat ibadah sedang seperti mushala sebesar Rp1 juta per kamar, ” ujar dia.

“Selain itu, tersedia dana insentif untuk pengurus/penjaga tempat-tempat ibadah, seperti marbot, imam masjid/mushala, pengurus gereja, wihara, dan pura sebesar Rp500 ribu per kamar. Dana hibah BOTI serta insentif ini diberikan selama 12 bulan, ” logat dia.

Angka ini, kata Zen, menikmati peningkatan sejak program dimulai pada 2019 lalu, secara anggaran hibah BOTI mencapai Rp87, 552 miliar dikasih kepada 3. 148 masjid dan 1. 000 mushala. Kemudian pada 2020, karena adanya pandemi Covid-19 besaran dana hibah mengalami rasionalisasi. Tempat ibadah seperti langgar, gereja, wihara, pura, kuil, dan mandil mendapatkan Rp1 juta per bulan, tatkala mushala dari Rp1 juta menjadi Rp500 ribu bagi bulan. Sehingga, usulan BOTI tahun 2020 yang awal Rp134, 808 miliar menjadi Rp67, 404 miliar.

BOTI tahun 2020 diberikan kepada 3. 200 masjid, 2. 000 mushala, 1. 379 gereja, 19 wihara, serta 19 pura, kuil, dan mandil. “Jumlah tempat ibadah yang dikasih pada 2021 ini, sedang sama seperti tahun 2020 lalu, namun besaran dana hibah kembali seperti semula, yakni Rp2 juta bohlam bulan untuk tempat ibadah seperti masjid dan mushala Rp1 juta per kamar, ” ujar dia.

Meski demikian, ia menekankan program BOTI 2019 dan 2020 berjalan dengan baik, sesuai dengan pendirian kepatutan dan rasionalitas serta membawa manfaat kepada klub. Tempat ibadah penerima menghadiahkan yang ditentukan oleh lembaga keagamaan/koordinator juga telah memenuhi persyaratan yang ditentukan jadi penerima hibah. Persyaratan penerima hibah ini sesuai ajaran Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Baik yang Bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah belakang kali dengan Permendagri Cetakan 123 Tahun 2018, serta Pergub Nomor 142 Tarikh 2018 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Baik yang Bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Pergub Bagian 20 Tahun 2020.

“BOTI merupakan program prioritas Pemprov DKI Jakarta. Untuk menjamin transparansi, mas bantuan ini secara transfer. Karena itu, Pemprov DKI menggandeng Bank DKI serta Bank DKI Syariah untuk penyaluran dana, ” ujar dia.

Pengoptimalan Pemprov DKI Jakarta, prawacana dia, terus mengoptimalkan sedekah hibah Bantuan Operasional Wadah Ibadah (BOTI) yang dimulai pada 2019 dengan kewajiban secara adil untuk meningkatkan manfaat tempat ibadah berbagai agama.

BOTI dilatarbelakangi hasil kunjungan ke berbagai tempat ibadah yang dilaksanakan Gubernur Anies Baswedan pada 2018 yang men temuan masih cukup penuh tempat ibadah membutuhkan tumpuan, agar semakin bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

“Berawal dari arahan almarhum Pak Sekda (Saefullah) untuk perintah Pak Gubernur era itu. Di kampung-kampung sedang banyak tempat ibadah yang belum mendapat perhatian sebab pemerintah. Dengan adanya BOTI diharapkan bisa membantu. Buat bayar listrik dan lain sebagainya. Pak Gubernur mau bantuan tersebut menyeluruh, intinya bagaimana pemerintah bisa muncul, “tambah dia.

Sebelum BOTI, terdapat bantuan yang baru dikasih kepada puluhan masjid dan beberapa gereja, sementara untuk pura dan wihara belum mendapatkan bantuan. Kehadiran program BOTI yang efektif sejak 2019 diawali dengan memberi bantuan kepada masjid & mushala melalui pengusul hibah, yaitu Dewan Masjid Nusantara (DMI) DKI Jakarta. Gereja Kristen saat itu belum menerima bantuan, karena belum disepakati koordinator penyaluran seolah-olah DMI DKI Jakarta.

Baru pada 2020, tempat ibadah semua petunjuk mendapat bantuan. Adapun lembaga-lembaga keagamaan selaku koordinator ialah DMI untuk penyaluran BOTI Islam ke masjid ataupun mushala, Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) DKI Jakarta untuk BOTI Kristen ke gereja. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta untuk BOTI Hindu ke pura, dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) DKI Jakarta untuk BOTI Buddha ke wihara.

sumber: Antara