truk-membawa-batubara-di-area-pertambangan-pt-adaro-indonesia-_171017142954-428

Realisasi DMO Batu Bara Kuartal I 2021 Capai 38 Persen

target pemanfaatan batu panas domestik (DMO) tahun tersebut sebesar 137, 5 juta ton.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Kementerian ESDM mencatat realisasi produksi akik bara hingga Mei 2021 sebesar 237 juta ton. Angka tersebut mencapai 38 perseb terhadap total target produksi nasional tahun itu yang ditetapkan sebesar 625 juta ton.

Sedangkan buat pemanfaatan batu bara di dalam negeri realisasinya mencapai 51, 8 juta ton. Adapun target pemanfaatan batu tidak keruan domestik atau domestic market obligation (DMO) tahun itu sebesar 137, 5 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Ridwan Djamaluddin mengatakan kondisi cuaca ekstrem dan bencana pada awal tahun tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan tambang. Terutama di menjalankan kegiatan operasinya.

Meski begitu, Ridwan memastikan kebutuhan batu panas di dalam negeri mau terpenuhi. “Pada 31 Mei telah tercapai 51, 8 juta ton. Kami pastikan kebutuhan batu bara di negeri akan tetap terpenuhi, ” kata dia pada Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Senin (7/6).

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk menambah kuota produksi sundal bara tahun ini sejumlah 75 juta ton menjelma 625 juta ton. Bagian produksi batu bara tahun ini awalnya ditetapkan sebesar 550 juta ton.

Kejadian ini tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 66. K/HK. 02/MEM. B/2021 mengenai Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Gaya Mineral Nomor 255. K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021.

Meski demikian, tambahan buatan ini diprioritaskan untuk pemasaran ke luar negeri dan tidak dikenakan kewajiban bagian penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri ataupun domestic market obligation (DMO).

“Menetapkan tambahan jumlah penerapan batu bara tahun 2021 sebesar 75 juta ton untuk penjualan ke asing negeri sehingga jumlah buatan batu bara untuk tarikh 2021 sebesar 625 juta ton, ” seperti dikutip dari isi Kepmen itu.

Kepmen tersebut menyebutkan kalau dampak pandemi virus corona terhadap sektor pertambangan di tahun 2020 yang melaksanakan penurunan keekonomian kegiatan pertambangan secara global. Sehingga menetapkan ada dukungan pemerintah melalui penambahan produksi batu tidak keruan pada 2021 untuk penjualan ke luar negeri.