Polres Serang Ungkap Kasus Penggelapan Sepatu Siap Ekspor

Polres Serang Ungkap Kasus Penggelapan Sepatu Siap Ekspor

Modusnya melamar sebagai sopir dengan identitas palsu di perusahaan ekspedisi.

REPUBLIKA. CO. ID, SERANG — Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Serang, Banten, mengungkap kasus penggelapan ribuan sepatu jadi ekspor senilai Rp 570 juta dan menangkap dua tersangka di lokasi berbeda. Polisi mengamankan tersangka TP alias Toto (40) awak Pemalang, Jawa Tengah, di suatu warung di Garden Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (25/9).

Kapolres Serang AKBP Mariyono di Serang, Senin (28/9), mengucapkan tersangka AS alias Asep (28) warga Pemalang, Jawa Tengah, ditangkap di rumah kontrakan di Ulama Tipar Cakung Semper Barat, Kelurahan Semper, Kecamatan Cilincing, Jakarta Memajukan. “Kasus penggelapan sepatu ini sudah direncanakan oleh tersangka TP alias Teguh Sugito alias Toto. Modus operandinya dengan melamar sebagai sopir kendaraan kontainer dengan identitas palsu di perusahaan ekspedisi PT AHJ, ” kata Mariyono.

Dia mengatakan dari penangkapan kedua tersangka itu, polisi menemukan barang masukan sebanyak 2. 256 pasang ladam merk New Balance yang disembunyikan di sebuah gudang di wilayah Rajeg, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. “Karena sepatu yang hendak diekspor ke Amerika ini tak kunjung tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menejemen PT AHJ akhirnya melaporkan kasus dugaan penggelapan ini ke Mapolres Serang pada 6 Agustus 2020, ” katanya.

Ia menjelaskan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap tersangka TP, rencana penggelapan sepatu siap ekspor tersebut diawali dari ide-nya tersangka HS warga Bogor, Jawa Barat yang saat ini masuk dalam Jadwal Pencarian Orang (DPO). “Dalam penyeliaan, tersangka TP mengaku mendapat inisiatif menggelapkan sepatu ekspor ini dari orang yang disebut berinisial HS (DPO) yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat, ” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Mariyono, ribuan pasang sepatu senilai Rp570 juta itu sudah dijual sebab tersangka TP kepada HS seharga Rp130 juta, bahkan tersangka TP juga sudah menerima uang muka sebesar Rp100 juta. “Jadi tersangka TP sudah melakukan transaksi secara HS (DPO), bahkan sudah menyambut uang muka sebesar Rp100 juta dari Rp130 juta yang disepakati. Belum sempat barang bukti itu diserahkan, kami berhasil lebih dahulu membongkar kasus penggelapan ini, ” kata Mariyono.

sumber: Antara