050000200-1621849869-thumbs_b_c_52acdc8d369f501a075

PM Malaysia Nilai Karantina Lengkap Berisiko Runtuhkan Ekonomi

Muhyiddin mencetak kerugian negara mencapai RM2, 4 miliar (Rp 8, 4 triliun) per keadaan

REPUBLIKA. CO. ID, KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyampaikan pelik menerapkan karantina penuh dengan menutup semua sektor sesuai diberlakukan negaranya tahun berantakan karena ada risiko kerusakan ekonomi.

“Kami bisa menutup semuanya ( full lockdown ) dan duduk diam, pabrik tutup dan seluruh orang tetap di panti dan itu menjamin kesejahteraan. Mudah bagi pemerintah serta Kementerian Kesehatan untuk mengatur hidup kita. Namun konsekuensi ekonominya bisa sangat membatalkan. Ini sama seperti di pemberlakuan MCO (Movement Control Order) pertama kali tahun lalu, ” ujar Muhyiddin saat melakukan wawancara secara Bernama TV pada Ahad malam (23/5).

Muhyiddin mencatat bahwa ekonomi dekat runtuh saat itu dengan kerugian negara mencapai RM 2, 4 miliar (Rp 8, 4 triliun) per hari. Sementara, Pemerintah menganjurkan bantuan ekonomi senilai RM 340 miliar (Rp 117 triliun).

“Jika kami menetapkan melakukannya lagi (dan menyerahkan bantuan ekonomi), kami memerlukan lebih banyak uang. RM340 miliar tidak akan cukup karena dampaknya lebih membatalkan. Saya perlu menyisihkan separuh triliun. Tapi apakah kita punya setengah triliun? ” kata Muhyiddin.

Untuk itu, Muhyiddin menodong orang-orang mengerti soal tersebut karena Malaysia sulit untuk kembali ke pola MCO atau karantina penuh. Tempat mendesak masyarakat untuk melakukan penguncian diri atau self-lockdown untuk mencegah lonjakan infeksi Covid-19 secara tiba-tiba, secara kasus saat ini meninggalkan 6. 000 setiap hari.

Dia pula berpesan kepada setiap orang untuk mengingatkan orang lain untuk melakukan hal yang sama karena upaya apapun yang dilakukan oleh Pemerintah tidak akan efektif jika masyarakat tidak sesuai dengan penumpu operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

“Beberapa terus bertanya mengapa tak menerapkan kuncian total? Lakukan penguncian Anda sendiri, pasti di rumah dan menunjukkan orang lain untuk melangsungkan hal yang sama, ” kata Muhyddin.

Sebelumnya, Malaysia mencatat kemajuan kasus melebihi 6. 000 dalam empat hari terakhir. Peningkatan ini merupakan rekor sejak kasus pertama kala menembus 5. 000 Januari 2021. ​​​​​​​

sumber: https://www.aa.com.tr/id/dunia/pm-malaysia-karantina-penuh-berisiko-runtuhkan-ekonomi/2252182