Perempuan Lebih Rentan Terkena Autoimun

Perempuan Lebih Rentan Terkena Autoimun

Faktor hormonal membuat hawa lebih banyak terserang autoimun.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pakar autoimun sekali lalu Ketua Pimpinan Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Iris Rengganis mengucapkan penyakit autoimun pada umumnya lebih banyak menyerang perempuan dibandingkan pria.

“Kebanyakan perempuan. Sebab faktor hormonal, ” kata tempat saat diskusi daring dengan tema mitos seputar autoimun yang di pantau di Jakarta, Senin (7/8).

Pada saat hamil, menstruasi atau di leher akan ada gangguan hormonal sehingga terjadilah penyakit tersebut. Gelaja penyakit itu tidak khas.

“Gejalanya timbul satu persatu. Sehingga pada tahap awal kita tidak bisa mendiagnosis sebagai suatu dianogsa, perdana hanya bisa mengatakan suatu isyarat saja, ” kata Iris sapaan akrabnya.

Namun, apabila gejala-gejala tersebut telah terkumpul & menjadi suatu kesatuan kriteria oleh karena itu baru bisa didiagnosa termasuk keburukan autoimun.

Gejala-gejala aib tersebut misalnya panas tubuh seseorang yang naik turun tidak jelas, lelah, lesu, lemah bahkan rambut rontok.

Salah satu gejala autoimun yang cukup sering dijumpai ialah penderita lupa secara nama seseorang padahal ia kenal, termasuk pula salah dalam menyuarakan suatu kalimat.

“Itu yang sering terjadi pada penyakit autoimun. Gejala ini sering kali orang tidak sadar, ” introduksi Ketua Dewan Pembina Marisza Cardoba Foundation tersebut.

Buat mengatasi penyakit autoimun, Prof Kerap menyarankan agar penderita atau dengan mulai merasakan gejala supaya melangsungkan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter penyakit dalam.

sumber: antara