anak-belajar-di-rumah_200806183253-464

Perceraian Bukan Alasan tak Bisa Akur Asuh Anak

Tersedia beberapa kiat agar co-parenting bisa berjalan efektif.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Kehidupan pernikahan mungkin tak selalu berjalan dengan mulus. Ada kalanya, pasangan suami dan istri dipertemukan dengan perpisahan. Meski begitu, budak tetap akan membutuhkan peran itu sebagai orang tua.

Pasangan suami-istri yang telah berakhir tetap dapat menjalankan peran mereka sebagai orang tua melalui co-parenting . Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan supaya co-parenting ini dapat berjalan efektif. Beserta ini adalah lima di antaranya, seperti dilansir WebMD , Rabu (24/2).

Singkirkan Amarah
Ke-2 orang tua perlu fokus di kebutuhan anak mereka dan menyingkirkan amarah yang mungkin dimiliki terhadap mantan pasangan. Semakin besar amarah yang dimiliki oleh pihak orang tua, semakin besar jarak yang terbentuk.

“Semakin orang tua yang bercerai bisa berhubungan elok, semakin fleksibel mereka (dalam pendidikan anak), ” jelas profesor emerita di bidang sosiologi dari University of Southern California di Los Angeles Constance Ahrons PhD.

Hindari Topik Tutur Sensitif
Komunikasi pada antara kedua orang tua yang sudah berpisah perlu disertai secara kesepakatan mengenai hal apa dengan bisa dan tidak bisa dibicarakan. Keduanya perlu memahami topik-topik barang apa saja yang dapat memicu pertentangan dan perlu dihindari.

“Mereka perlu menjaga percakapan itu di dalam jalur yang benar dan fokus terhadap pengasuhan, ” pungkas Ahrons.

Karakter tua yang menjalani co-parenting Robin Wilson dari Myrtle Beach mengatakan kemampuan untuk mengakui kesalahan dapat menjadi aset yang baik bagi pengampu yang melakukan co-parenting . Mengakui kesalahan bukan membuktikan kelemahan. Sikap tersebut justru sanggup menjadi contoh bagi anak kalau dua orang yang memiliki periode lalu sulit bisa beradaptasi.

“Dan memiliki hubungan gres yang lebih sehat, ” menguraikan Wilson.