proses-pembuatan-kimchi-hidangan-tradisional-khas-korea_201205071720-337

Perang Kimchi Berlanjut, Akademisi Korsel Angkat Bicara

Perebutan warisan adat antara Korea dengan China soal kimchi masih berlanjut.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Seorang aktivis sekaligus akademisi Korea Selatan yang terkenal memakai iklan untuk menepis klaim China tentang negara yang menemukan kimchi. Dia memasang iklan di The New York Times untuk mempromosikan kimchi sebagai kuliner Korea asli.

Profesor Seo Kyoung-duk daripada Universitas Sungshin Seoul mengatakan, tempat sengaja meluncurkan kampanye yang mengumumkan kimchi sebagai “makanan ikonik Korea” untuk membuat semua orang tahu, kimchi adalah milik orang Korea. Iklan tersebut ditayangkan di Times AS dan edisi internasional pada Senin.

Seo menyebut, tempat merasa terdorong untuk memasang iklan sebagai tanggapan terhadap China dengan dianggap sebagai asal mula hidangan sayuran yang difermentasi tersebut. “Influencer daring China, media berita dengan dikendalikan negara, pejabat pemerintah, dan bahkan duta besarnya untuk PBB berusaha sekuat tenaga untuk menjemput alih kimchi sebagai sesuatu dengan berbau China, ” kata Seo kepada This Week in Asia .

Beijing belum lama ini memimpin sertifikasi dari Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) untuk pao cai, hidangan sayur acar dari Daerah Sichuan di barat daya China. Pencapaian itu diberitakan Global Times , tabloid yang berafiliasi dengan Partai Komunis. People’s Daily juga melaporkan bahwa pencapaian berstandar internasional untuk industri kimchi dipimpin oleh China.

Klaim itu dibantah oleh ISO yang mengklarifikasi bahwa sertifikasi itu buat pao cai, bukan kimchi. Pao cai adalah hidangan sayur acar khas China, tetapi berbeda daripada kimchi dalam metode persiapan serta bahan yang digunakan.

Pertengkaran kian meningkat pada kausa Januari 2021 ketika duta gembung China untuk PBB, Zhang Jun, mengunggah foto dirinya di Twitter serupa memegang nampan penuh kimchi. Tempat mengajak pengikutnya untuk mencoba kira-kira kimchi buatannya.

Video pembuatan kimchi yang diunggah oleh blogger asal China Li Ziqi secara tagar #ChineseFood juga menambah pertarungan daring dilengkapi kritikan video itu menghina budaya Korea.

Dikutip SCMP , China telah menghentikan influencer Korea Daksina setelah dia menambahkan emoji tipu ke komentar daring yang menjawab China karena mengeklaim sebagai asal kimchi. Influencer yang dijuluki Hamzy, dikeluarkan dari situs mikroblog China Weibo dan situs berbagi video Bilibili. Kantor berita Yonhap mengatakan, semua unggahannya dihapus pada Selasa.

Perusahaan yang berbasis di Shanghai Suxian Advertising dan menjalankan akun video Hamzy serta toko daringnya mengatakan, pihaknya berencana untuk menutup kontrak dengannya. Selain itu, juga menutup toko daringnya dan unggahannya.

Hamzy memiliki dua, 9 pengikut di Weibo serta 1, 3 juta pengikut dalam Bilibili. Pengguna internet China menyebut, dia telah menghina China secara menunjukkan persetujuannya atas komentar anti-China.

“Jika saya harus mengatakan kimchi milik China buat beroperasi di China, saya mau berhenti beroperasi di sana, ” kata Hamzy melalui akun Youtube-nya.