Penggunaan Vaksin Sinovac Tunggu Izin BPOM dan Fatwa Halal

Penggunaan Vaksin Sinovac Tunggu Izin BPOM dan Fatwa Halal

Tiga juta dosis vaksin Sinovac disimpan di fasilitas penyimpanan milik PT Bio Farma.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Penggunaan tiga juta jumlah vaksin Sinovac masih menanti permisi edar dari BPOM dan masukan halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sejak PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, vaksin Covid-19 hanya akan digunakan untuk program vaksinasi sesudah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat sebab BPOM.

“Vaksin hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah ada persetujuan penggunaan darurat dengan dikeluarkan oleh BPOM dan bukan sebagai vaksin untuk uji klinis, ” kata Bambang saat konvensi pers Update Target Penyelesaian Vaksinasi dan Kesiapan Vaksin Covid-19, Ahad (3/1).

Ia juga menyebut, saat ini vaksin Sinovac juga masih menunggu hasil cara kajian aspek kehalalan dari LPPOM MUI guna mendapatkan fatwa legal dari ulama Indonesia dan sertifikasi BPJPH.

Selain itu, kata dia, PT Bio Farma dan BPOM selalu telah melakukan serangkaian pengujian harga vaksin Sinovac. Pengujian dilakukan buat menjaga kualitas dan keamanan buatan agar terjamin mulai dari jalan produksi hingga saat pendistribusiannya.

Saat ini, pemerintah telah menerima total kedatangan tiga juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac yang saat ini tengah disimpan di fasilitas penyimpanan khusus milik PT Bio Farma. Vaksin Sinovac merupakan salah satu vaksin yang akan digunakan untuk vaksinasi seluruh masyarakat mulai Januari 2021 ini.