Pencuri dan Pelaku Penikaman di Tambora Diringkus

Pencuri dan Pelaku Penikaman di Tambora Diringkus

Tersangka perampas ponsel merupakan eks narapidana dengan pernah ditangkap pada 2017.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Unit Reserse Kriminal Polsek Tambora, Jakarta Barat, mengambil pelaku penikaman di Kelurahan Negeri Sereal berinisial SH alias UK (24 tahun) pada Rabu (28/10) dini hari WIB, sekitar mulia jam setelah insiden nahas tersebut terjadi. Korban bernama Ruly Setiohadi alias Abi (38) tahun) tewas seketika dengan luka tusuk.

“Petugas kami berhasil melangsungkan penangkapan kurang dari satu jam setelah kami mendapati adanya informasi pembunuhan, serta mencocokkan dengan pangkalan data dari pelaku kejahatan, ” ujar Kapolsek Tambora, Kompol M Faruk Rozi dalam keterangan dalam Jakarta, Jumat (30/10).

Faruk menjelaskan, insiden itu bermula ketika Abi berusaha menghentikan gerak-gerik maling ponsel di Jalan Pekapuran 2, RT 09, RW 06, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora pada Rabu dini hari WIB. Abi mengetahui ada pencuri kausa istrinya sempat memergoki seorang laki-laki tidak dikenal menggunakan kaus menak tua dan topi cokelat, berusaha mengambil ponsel miliknya yang berada di balik pintu dengan pegangan sapu.

Istri objek yang berteriak kencang sampai membangunkan suaminya. Abi pun mengejar pelaku hingga menuju gudang tempat kos yang menjadi lokasi penusukan. Faruk menambahkan, mendengar ada orang berteriak, warga sekitar yang menjadi saksi, yaitu Sigit Amrulloh dan Samsudin ikut menyusul Abis. Keduanya ingin membantu korban menangkap pelaku. Sayangnya, pelaku berhasil menikam Abi di bagian dada dan kabur.

“Korban kemudian keluar daripada lokasi itu dan jatuh tersungkur, tengkurap di lantai. Korban dibawa ke Puskesmas Tambora untuk pertolongan medis, namun tidak dapat terselamatkan, ” ujar Faruk.

Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Suparmin, menjelaskan, jajarannya bergerak segera mencari bukti dan informasi pada sekitar tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat informasi adanya pelaku pencurian yang menikam warga.

Dari hasil pengumpulan bukti dan penggalian informasi dari beberapa bukti di lapangan, sambung dia, semua ciri-cirinya mengarah kepada berinisial SH alias UK. Polisi pun hidup menangkap SH yang sedang berkecukupan di kediamannya, yang lokasanya tak jauh dari rumah korban pada Jalan Tanah Sereal Nomor 18.

Menurut Suparmin, tersangka diketahui merupakan eks narapidana yang pernah ditangkap pada 2017. Pihaknya juga melakukan tes urine, serta ternyata SH positif mengonsumsi narkoba. Polisi pun menjerat pelaku dengan Pasal 339 KUHP dengan risiko penjara di atas 15 tahun. “Dari hasil penyidikan, pelaku adalah residivis atas berbagai kasus, ” ujar Suparmin.