Pemerintah Diminta Perhatikan Pembelajaran Santri Pondok

Pemerintah Diminta Perhatikan Pembelajaran Santri Pondok

Pandemi virus Covid-19 juga berdampak kepada pondok.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — P emerintah diminta untuk mengantisipasi bentuk belajar bagi para santri. Anggota DPR Achmad Baidowi, meminta pemerintah juga mengantisipasi bentuk belajar bagi para santri. Sebab, pandemi virus Covid-19 juga berpengaruh kepada pondok pesantren.

Ia mengatakan, siswa yang mengikuti pendidikan sekolah menerapkan kecendekiaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun bagi santri pendidikan diniyah, belum ada kebijakan yang sebangun. “Khusus pendidikan diniyah sejauh itu kami belum melihat terobosan dari Kementerian Agama (Kemenag), ” ujar Baidowi kepada wartawan, Ahad (17/5).

Menurutnya, Kemenag menetapkan menggandeng sejumlah pihak untuk memperingan sistem belajar santri di sedang pandemi. Salah satunya adalah menelaah dari rumah yang dapat berfungsi sama dengan berbagai platform. “Sebaiknya Kemenag bisa menggandeng LPP TVRI dan LPP RRI untuk melaporkan materi pembelajaran diniyah khusus bagi santri, ” ujar Baidowi.

Selain itu, ia mengusulkan agar Kemenag juga menggandeng Bank BUMN syariah, yang selama itu hanya untuk penyimpanan setoran sedekah haji. Tujuannya agar turut beserta memfasilitasi pembelajaran di pesantren melalaikan Program Kemitraan dan Bina Dunia ( PKBL).

“Termasuk juga bekerjasama dengan provider telekomunikasi untuk memfasilitasi pengajaran diniyah dengan virtual bagi para santri, ” ujar Baidowi.

Dengan begitu, ia berharap Materi Pelajaran dapat diterima dengan baik oleh para santri. Sekaligus mencegah penyaluran virus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren. “Ada kemungkinan liburan pesantren akan diperpanjang bergantung kebijakan per pesantren. Kekhasan pesantren diatur sebagaimana ketentuan UU 18/2019 tentang Pesantren, ” ujar Baidowi.