076916900-1612260532-830-556

Pemerintah Afghanistan Disebut Bisa Tumbang tanpa Bantuan AS

Bank Dunia melaporkan adanya penurunan sandaran internasional ke Afghanistan.

REPUBLIKA. CO. ID, WASHINGTON — Pengawas Jenderal Khusus untuk rekonstruksi Afghanistan John Sopko menunjukkan bila AS dan donor lain terus memotong bantuannya ke Afghanistan maka negeri negara Timur Tengah tersebut dapat ambruk. Lalu negara itu kembali terpuruk dalam kekacauan seperti yang terjadi pada 1990-an.

Peringatan Sopko ini disampaikan sebelum AS, Rusia dan negara-negara lain mulai menyelenggarakan perundingan untuk mencari solusi damai di Afghanistan dengan sempat mengalami kebuntuan. Peringatan juga disampaikan sebelum pemerintah Presiden Joe Biden bertemu tenggat waktu penarikan pasukan AS dari Afghanistan di 1 Mei mendatang.

“Sekitar 80 persen anggaran Afghanistan didanai AS dan donor-donor (internasional lainnya), bila, entah untuk asas apa, para donor terus memotong bantuan, maka mampu mengakibatkan kehancuran pada pemerintah Afghanistan yang kami tahu, ” kata Sopko, Selasa (16/3).

Ia memperingatkan ‘sejarah dalam terulang kembali’ seperti ketika kekacauan mengguncang Afghanistan usai Uni Soviet mengakhiri pendudukan 1979 hingga 1989 dan berhenti membantu pemerintahan negara tersebut. Kekacauan membukakan jalan untuk Taliban untuk berkuasa.

Kelompok itu menyerahkan perlindungan pada pemimpin Alqaidah Usamah Bin Ladeinn yang dianggap merencanakan serangan 11 September 2001. Invansi AS ke Afghanistan mengakhiri tanduk Taliban.

Laporan Bank Dunia

Bank Dunia melaporkan bantuan internasional ke Afghanistan turun drastis daripada 6, 7 miliar dolar AS pada tahun 2011 menjadi 4, 2 miliar dolar AS pada 2019.

Sopko menyampaikan laporan terbarunya di hadapan Komite Pengawas dan Perombakan House of Representative AS pada Selasa (16/3) ini. Laporan itu menyebutkan dalam konferensi bulan November lulus para donor berjanji menggelontorkan bantuan sebesar 3, 3 miliar dolar AS untuk warga sipil.

Dalam laporan itu Sopko mengatakan bila komitmen tersebut bertahan hingga 2024 oleh sebab itu bantuan untuk Afghanistan 15 persen lebih rendah dipadankan janji yang disampaikan 2016 lalu. AS mengurangi tumpuan ke Afghanistan secara bertahap.

AS berkomitmen memberikan 600 juta dolar AS untuk tahun itu, tapi tergantung pada progres perundingan damai antara Taliban dan perwakilan pemerintah Taliban. Bila bantuan itu habis, Sopko mengatakan pemerintah Afghanistan akan kesulitan melawan Taliban dan ekstremis lainnya dengan tidak mengikuti perundingan tenteram.

Bila pakta damai berhasil ditandatangani ia mencatat Bank Dunia membuktikan Afghanistan masih membutuhkan tumpuan sebesar 5, 2 miliar dolar untuk memelihara perdamaian. “Bahkan Taliban mengakui mereka membutuhkan bantuan asing, tanpanya, pemerintah ambruk, ” logat Sopko.

sumber: Reuters