Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2021 Â

Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2021 Â

Dengan merasakan piawai ekonomi dampak Covid-19 ini mau menjadikan kita lebih wa

REPUBLIKA. CO. ID, Oleh: Luqyan Tamanni dan Murniati Mukhlisin ( Pendiri, Edukator, dan Konsultan Sakinah Finance)

Banyak orang menanggap bahwa tarikh 2020 ini adalah tahun sial padahal sebaiknya kita jadikan tahun muhasabah. Mungkin sebagian besar dibanding kita seumur hidupnya tidak sudah mengalami cobaan ekonomi yang berdampak masif dan global seperti era ini. Dengan merasakan pengalaman ekonomi dampak Covid-19 ini akan menjadikan kita lebih waspada bersiap-siap buat menghadapi ujian Allah SWT yang mungkin akan datang lagi dalam bentuk lain. Ujian Allah SWT adalah wujud kasih sayang kepada hambaNya. Hal ini dinyatakan pada dalam sebuah hadis qudsi kalau Allah SWT berfirman: “Jika ego mencintai suatu kaum, maka itu akan diuji” (HR-At-Thabrani).

Tentu saja kita harus percaya bahwa cobaan apapun yang disampaikan kepada kita tetap dalam batas kemampuan kita (QS Al-Baqarah (2): 268). Salah mulia jalan keluarnya adalah melalui cara sabar dan sholat (QS Al-Baqarah (2): 153) dan selalu bermunajat kepada Allah SWT dengan keyakinan bahwa yang kita minta akan dikabulkan (QS Al-Mu’min (40): 60).

Buat menghadapi situasi keuangan di tarikh 2021, ada beberapa tips yang ingin kami sampaikan kepada para keluarga Indonesia yaitu:

1. Para tim Muslim seharusnya membuat perencanaan yang lebih baik lagi, perencanaan dengan sesuai dengan koridor syariah. Menyusun perencanaan yang terstruktur tertulis & disepakati oleh semua anggota suku, khususnya suami dan istri. Semakin terbukanya pengaturan keuangan keluarga, semakin terjalin keharmonisan keluarga dan semakin baik antisipasi yang dapat dikerjakan di masa yang akan datang.

dua. Keadaan ekonomi Indonesia secara keseluruhan diramalkan positif namun belum sembuh sepenuhnya karena pertumbuhan Produk Pribumi Bruto (PDB) di tiga kwartal 2020 dilaporkan negatif yaitu minus 5, 32 persen di kwartal kedua, minus 3, 49 tip di kwartal ketiga dan minus 2, 9 persen di kwartal keempat.

Hal ini diakibatkan produksi barang dan jasa yang melambat ataupun terhenti karena rendahnya permintaan rekan disebabkan berkurangnya alokasi belanja. Bukan hanya alokasi belanja keluarga yang dipangkas tetapi juga perusahaan, lembaga dan negara karena banyak pangkalan yang dialihkan untuk menangani dampak Covid-19.

3. Maka dari itu perlu penggalian potensi sumber dana puak dari berbagai jenis peluang bisnis rumahan misalnya bisnis kuliner daring, konsultasi daring, kelas privat daring. Dari sisi peluang bisnis syariah, dengan adanya promosi sektor pabrik halal maka sektor-sektor selain keuangan syariah dapat menjadi pilihan misalnya makanan dan minuman tersertifikasi legal, pakaian Muslim, kosmetik dan farmasi tersertifikasi halal, dan tentu saja pariwisata ramah Muslim/halal. Keuangan syariah termasuk FinTech syariah sendiri sudah mendapatkan momentumnya yang gerakannya langsung dipimpin oleh Presiden melalui KNEKS guna membawa Indonesia menjadi kiblat ekonomi dan keuangan syariah dunia pada tahun 2024.

4. Salah utama sinyal bahwa kita on the right track adalah perkembangan perbankan syariah yang cukup “rancak” tarikh ini. Misalnya, pada 1 Februari 2021 mendatang, Bank Syariah Indonesia yang merupakan gabungan dari tiga bank BUMN syariah yaitu BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri akan diluncurkan. Pula, pada pertengahan tahun 2021, rencananya akan hadir Bank Riau Kepri Syariah, yang sedang bertransformasi menjadi bank beroperasi secara penuh syariah.

Tengah itu, tahap akhir implementasi Qanun No. 11/2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh juga akan menjadi momen penting di tahun 2021. Di Aceh, dengan adanya Qanun No. 11 ini membawa suasana gembira bagi keluarga Muslim karena sekali buka pintu, pelayanan keuangan yang ditawarkan kepada mereka semua adalah pelayanan syariah. Bagi non-Muslim menurut survei singkat kurang hari ini, mereka mendapatkan kesempatan untuk tahu lebih tentang syariah, dan merasakan bahwa hal tersebut akan lebih menguntungkan bisnis itu.

5. Meski optimisme di pasar keuangan cukup tinggi, terutama dengan sudah adanya vaksin, namun sikap hati-hati haruslah dipertahankan. Investasi harus lestari dilakukan dengan mengedepankan rasionalitas serta analisis fundamental yang baik. Selain itu horizon investasi sebaiknya juga bersifat jangka panjang, atau menengah, khususnya ketika masuk ke saham atau logam mulia. Jangan termakan dengan dinamika pasar yang masih akan sangat fluktuatif di tahun 2021. Dan yang paling istimewa, selalu sesuaikan investasi kita secara tujuan keuangan seluruh anggota suku.

6. Sekolah dan kampus satu persatu sudah mengumumkan kegiatan sekolah dan kampus untuk terus diadakan dengan daring. Hal ini dikarenakan total pasien Covid-19 yang kembali meningkat. Menurut statistik covid19. go. id , dari pokok Desember hingga 16 Desember dilaporkan jumlah kematian perhari di semesta Indonesia adalah 160 orang lalu naik hingga ke akhir Desember menjadi 200-250 orang meninggal perhari.

DKI Jakarta dan Jawa Tengah menyimpan kasus penyebaran terbanyak dengan total yang meninggal tertinggi disusul sebab daerah-daerah lainnya seluruh Indonesia. Karena gentingnya, pemerintah mengambil sikap buat menolak Warga Negara Asing menghunjam ke Indonesia mulai awal tahun 2021. Selanjutnya untuk mencegah penyebaran maka kerumunan orang banyak seolah-olah di sekolah dan kampus tetap dibatasi.

Dengan demikian, diperlukan investasi teknologi yang lebih baik lagi tidak hanya bagi pihak penyelenggara pendidikan tetapi juga bagi para tim Indonesia. Pembelian perangkat komunikasi dan pembelajaran digital yang belum murah harganya menjadi satu beban arus kas keluarga sendiri.

7. Literasi serta edukasi keuangan keluarga syariah secara daring terus mendapatkan kesempatan secara bantuan teknologi yang makin barangkali diakses. Aktivitas talkshow, seminar serta pelatihan Sakinah Finance dalam 10 tahun terakhir diikuti oleh 24, 000 orang, dengan pencapaian selama 9 bulan masa pandemi sebanyak 11, 365 peserta yang lazimnya setahun maksimal hanya mencapai 3, 210 peserta. Hal ini menunjukan animo para keluarga Indonesia untuk membenahi keuangannya semasa pandemi semakin tinggi supaya keuangannya lebih syariah dan berkah. Semoga pasca pandemi semangat ini akan terus menyusun.

Sebagai penutup, mari hadapi dampak Covid-19 dengan IMAN, AMAN DAN IMUN. IMAN dimaknai wajib menjalankan ibadah. AMAN artinya wajib mengikuti adat Covid-19, dan IMUN artinya tetap memastikan imun tubuh. Ada tujuh contoh sedekah sebagai bagian dari ibadah yang dapat kita tingkatkan di tahun 2021 ini bagaikan yang dikutip dari hadits Nabi SAW: ilmu yang bermanfaat yang disampaikan secara lisan atau tulisan, mendidik anak supaya menjadi budak yang soleh, mewariskan Al-Qur’an, mendirikan masjid, membangun rumah untuk musafir, mengalirkan air, membagikan harta secara ikhlas (HR Ibnu Majah No. 242). Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Ketenangan!