Ngotot Mudik? Bisa Didenda Rp 100 Juta

Ngotot Mudik? Bisa Didenda Rp 100 Juta

Sanksi dengan terberat adalah denda Rp 100 juta dan atau hukuman kurungan satu tahun.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Mulai Jumat (24/4) malam itu pukul 00. 00 WIB pembatasan mudik efektif berlaku. Namun sanksi baru akan diterapkan mulai 7 Mei 2020. Staf Ahli Gajah Perhubungan Bidang Hukum dan Perombakan Birokrasi Kementerian Umar Arif menguatkan sanksi yang nantinya dapat diberikan hingga berupa denda yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tarikh 2018 tentang Karantina Kesehatan.

“Di situ disebutkan, sanksi yang terberat itu adalah denda Rp 100 juta dan atau aniaya kurungan satu tahun, ” prawacana Arif dalam konferensi video, Kamis (23/4) malam.

Hukuman tersebut menurutnya baru berupa ancaman, namun dalam perwujudannya akan berkoordinasi dengan Korlantas. Hukuman juga mampu diberikan berupa tilang jika sedang ada yang nekat mudik.

Sementara itu, dalam implementasi larangan mudik mulai besok (24/4), Arif mengatakan dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 25 Tarikh 2020 tentang Pengendalian Transportasi Semasa Masa Mudik Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 masih diterapkan secara persuasif hingga 7 Mei 2020. “Sebagai contoh darat, ada mobil itu belum diberikan sanksi menggunakan ketentuan yang berlaku dalam tafsiran dia disuruh pulang saja, ” jelas Arif.

Mulai besok, Arif menegaskan jika sedang ditemukan pelanggar tindakan yang dikasih bagi pelanggar hanya dikembalikan ke tempat asal. Dengan begitu, tidak ada kegiatan mudik yang dikerjakan dari Jabodetabek ke luar ataupun sebaliknya atau ke luar meresap wilayah pembatasan sosial berskala tumbuh (PSBB).