menteri-agama-saifuddin-zuhri-dan-istri-berfoto-bersama-presiden_200622165903-548

Ngopi Bareng Bung Karno di Istana, Kiai NU Cetuskan Nama GBK

Buya Saifuddin Zuhri mengusulkan nama GBK kepada Presiden Soekarno di selasar Istana.

REPUBLIKA. CO. ID, Oleh: Karta Raharja Ucu ( @kartaraharjaucu )

KH Saifuddin Zuhri membuat Presiden Soekarno gembira saat berbincang sambil minum kopi pada serambi belakang Istana Merdeka. Kegembiraan itu lahir berkat ide terang Kiai Saifuddin yang mengusulkan nama Gelora Bung Karno untuk kompleks olahraga di wilayah Senayan.

Kiai Saifuddin yang saat itu menjabat sebagai menteri agama duduk bersama Kepala Soekarno sejumlah menteri lainnya, antara lain Menteri Olahraga Maladi, Menteri Dalam Negeri dr. Soemarno Sosroatmodjo dan beberapa pejabat sipil dan tentara. Dalam perbincangan tersebut mereka padahal mencari nama untuk kompleks gerak yang terletak di Senayan dengan akan digunakan untuk penyelenggaraan Asian Games IV.

Baca Juga: Betawi Bedol Kampung: Digusur dari Senayan, Jadi OKB di Tebet

Kesepakatan terjadi, kompleks olahraga yang dibangun dengan menggusur banyak warga Betawi tersebut sempat diberi nama Pusat Olahraga Bung Karno. Namun, Saifuddin tidak setuju.

Dalam buku otobiografinya, Berangkat dari Pesantren, Saifuddin berkata, “Nama itu tidak cocok dengan karakter dan tujuan olahraga. ”

Semua mata yang sedang ngopi bareng di serambi itu kini tertumbuk ke Kiai Saifuddin. “Mengapa? ” tanya Soekarno.

“Kata ‘pusat’ pada kalimat ‘Pusat Olahraga’ itu kedengarannya kok statis tidak hidup seperti tujuan kita menggerakkan gerak, ” jawab Saifuddin.

“Usulkan nama gantinya kalau sejenis, ” kata Soekarno.

Baca Juga: Kisah KH Saifuddin Zuhri, Menteri Agama pada Era Nasakom

Saifuddin mengusulkan nama medan olahraga. “Nama ‘Gelanggang Olahraga’ lebih cocok dan lebih dinamis. Nama Gelanggang Olahraga Bung Karno jika disingkat menjadi Gelora Bung Karno. Kan mencerminkan dinamika sesuai dengan arah olahraga. ”

Paras Bung Karno cerah, senyumnya semringah. “Wah, itu nama hebat. Hamba setuju! ”

Sokarno menjabat tangan Saifuddin dan minus membuang masa langsung memerintahkan Maladi untuk mengganti nama Pusat Gerak Bung Karno menjadi Gelora Bung Karno. Pada 21 Juli 1962, Sukarno meresmikan Gelora Bung Karno yang berkapasitas 110. 000 orang.