Muslim Menjadi Sasaran Stigma Covid-19

Muslim Menjadi Sasaran Stigma Covid-19

Stigma covid-19 disematkan kepada Muslim.

REPUBLIKA. CO. ID, LONDON — Komisioner Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Michelle Bachelet, menyatakan kekecewaannya atas apa yang menimpa umat muslim di masa pandemi. Pasalnya umat muslim menjadi sasaran ciri dan pidato kebencian yang menghubung-hubungkan mereka dengan covid-19, seperti di India dan Sri Lanka.

“Saya kecewa dengan informasi yang menunjukkan bahwa di penuh negara, anggota komunitas minoritas & migran menghadapi peningkatan stigmatisasi, sepertihalnya oleh pejabat di Sri Lanka dan India, anggota minoritas Muslim menjadi sasaran stigma dan lektur kebencian yang mengaitkan mereka dengan covid-19, ” kata Bachelet dilansir dari Daily Mirror pada Rabu (1/7).

Bukan hanya pada Sri Lanka dan India, lanjutnya, stigmatisasi dan kejahatan rasial kepada minoritas dan orang yang terinfeksi virus corona juga terjadi di negara-negara seperti Pakistan, Bulgaria, Haiti, dan Irak.

Bachelet menuturkan, sesi rapatnya kali itu memang difokuskan pada dampak pandemi COVID-19 terhadap situasi hak dasar manusia di seluruh dunia. Karena di tengah-tengah pandemi ini, tantangan untuk memastikan negara menegakkan benar asasi manusia meningkat tajam.

“Jelas bahwa epidemi itu mengancam perdamaian dan pembangunan, & menyerukan lebih banyak hak biasa, politik, ekonomi, sosial dan adat, tidak kurang, ” katanya.

Dalam situasi seperti itu, ia menekankan untuk kepemimpinan didasarkan pada kejelasan, bukti dan patokan untuk melindungi anggota masyarakat yang paling rentan. Lebih lanjut Bachlet mengatakan hak asasi manusia kudu menjadi jantung respon terhadap pandemi.