071361500-1610612871-830-556

Muhammadiyah: Kita Kehilangan Syekh Ali Jaber yang Moderat

Syekh Ali Jaber tidak pernah mengeluarkan ungkapan kontroversial.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah turut serta berbela sungkawa akan berpulangnya Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1). Wafatnya ulama pencinta Al – quran itu dinilai menjadi rasa kematian umat terhadap ulama yang dingin.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Kita kehilangan ulama yang dingin, ” kata Mukti dalam terbit yang diterima Republika. co. id , Kamis (14/1).

Segenap keluarga besar PP Muhammadiyah mendoakan agar almarhum khusnul khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dan diterima di bagian Allah SWT. Tak lupa ia juga mengucapkan semoga keluarga yang ditinggal diberi kesabaran, ketabahan, & keikhlasan.

Dia menilai, zaman ini Indonesia kehilangan ulama yang moderat dan terbuka dengan semua kelompok. Ulama yang santun, toleran, dan menebar kesejukan nilai Islami. Pesan-pesan dakwahnya, kata dia, tidak keras dan tidak meresahkan, itulah pesan dakwah bilhikmah.

Mukti mengenang wujud Syekh Ali Jaber. Baginya, almarhumah semasa hayatnya benar-benar tampil jadi sosok ulama.