Miring Demo Bayaran, PMII: Jangan Lihat dari Kacamata Bisnis

Miring Demo Bayaran, PMII: Jangan Lihat dari Kacamata Bisnis

Demo tolak UU Ciptaker tak dilihat hanya dari ada tukar dan dibayar.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengkritisi Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dengan menyebut massa pendemo UU Ciptaker ditunggangi dan dibiayai. PMII tahu pemerintah agar lebih dekat secara rakyat ketimbang selalu menyalahkan rakyat.

Sekjen PMII Sabolah Al Kalamby menyebut Airlangga cuma menyimak demo dari sudut penglihatan ekonomi. Yaitu ketika ada dengan demo di situ ada yang bayar dan dibayar. Padahal ulah unjuk rasa pada Kamis (8/10) lebih kuat maknanya dari dengan disepelekan Airlangga.

“Jangan semua dilihat dari kacamata bisnis, semua harus dibayar dan berbayar, cobalah sedikit lebih dekat dengan masyarakat agar mengetahui kenapa tindakan kami lahir atas dasar situasi, ” kata Sekjen PMII Sabolah Al Kalamby pada Republika, Jumat (9/10).

Sabolah menyatakan tuduhan Airlangga juga tak bertemu tupoksinya sebagai Menteri urusan ekonomi. Ia membantah isu itu karena aksi massa lahir dari keresahan atas dampak UU Ciptaker.

“Jangankan Pak Airlangga dengan ngomong soal demikian, Menko yang lainpun yang harusnya lebih cepat ngomong soal itu yakni Menkopolhukam pasti kami akan bilang itu hoaks dan fitnah, ” ujar Sabolah.

Sabolah menantang Airlangga agar mengungkap siapa motor unjuk rasa yang dimaksud. “Karena kalau benar, coba sebut sekadar siapa yang dalangi dan pola mana yang dibayar, ” lanjut Sabolah.

Sabolah menyebut banyak elemen yang terlibat gerak-gerik. Sesama pendemo wajib saling menilai dalam barisan perjuangan.

“Yang pasti kami kalau dituduh spesifik (PMII ditunggangi), kami mampu anggap itu mencemarkan nama indah organisasi, dan bisa diproses, ” ucap Sabolah.