Menteri Populer Mundur, Presiden Brasil Terpukul

Menteri Populer Mundur, Presiden Brasil Terpukul

Menteri Kehakiman Brasil mundur karena tuduhan intervensi kepala di penegakan hukum

REPUBLIKA. CO. ID, RIO DEJENEIRO — Jair Bolsonaro merasai pukulan terbesar sepanjang ia menjabat sebagai Presiden Brasil setelah menteri kehakimannya, yang sangat populer serta disebut sebagai ‘menteri super’, membuktikan mundur pada Jumat (24/4).

Saat mengumumkan mundur, Menteri Kehakiman Sergio Moro serupa menuduh Bolsonaro kemungkinan mencampuri urusan penegakan hukum. Pengunduran diri Menteri Moro itu menambah kekacauan era pemerintah sedang bergelut memerangi penyaluran cepat wabah virus corona.

Moro mendapat dukungan umum dari masyarakat karena berhasil memasukkan para politisi dan pelaku bisnis korup ke penjara ketika dia menjadi hakim. Ia menyatakan mundur karena Bolsonaro memecat kepala petugas federal Mauricio Valeixo atas kausa pribadi dan politis.

Aksi mundur Moro yang mengejutkan, juga tuduhan dari sosok dengan dijuluki ‘menteri super’ itu, menjadi pukulan berat bagi Bolsonaro. Popularitas sang presiden sendiri sudah roboh karena ia dianggap meremehkan pandemi Covid-19, yang telah menewaskan bertambah dari 3. 600 warga Negeri brazil dan menunjukkan tanda-tanda memburuk.

Bolsonaro menyebut tuduhan Moro “tidak berdasar”. Ia menyangkal sudah ikut campur dalam penyelidikan. Dia juga menegaskan bahwa dia memiliki wewenang untuk mengganti pejabat petugas federal.

“Saya berhak melakukan penunjukan, saya punya benar prerogatif dan kalau saya kudu tunduk kepada bawahan saya, tersebut berarti saya sudah tidak sedang menjadi presiden republik ini, ” kata Bolsonaro dalam pidato terbuka. Saat menyampaikan pidato, ia diapit oleh sebagian besar anggota kabinetnya di istana kepresidenan.

Tuduhan Moro itu memicu penolakan dari seluruh kalangan politik Negeri brazil. Mantan Presiden Fernando Henrique Cardoso mendesak Bolsonaro untuk mundur.

Kepala jaksa penuntut ijmal Brazil Augusto Aras meminta Majelis hukum Agung membuka penyelidikan atas dakwaan tersebut. Krisis itu terjadi seminggu setelah Bolsonaro memecat Menteri Kesehatan tubuh yang juga populer, Luiz Henrique Mandetta, setelah keduanya berselisih prinsip mengenai cara mengatasi wabah virus corona.

Mandetta, seolah-olah kebanyakan pakar kesehatan, mendukung suruhan pembatasan sosial yang diberlakukan oleh para gubernur Brasil. Bolsonaro, tengah itu, menyebut pembatasan tersebut jadi “racun”, yang akibatnya pada daerah ekonomi bisa lebih membunuh daripada virus.

Brazil telah mencatat 357 kematian akibat virus corona dalam 24 jam final, kata Departemen Kesehatan pada Jumat. Jumlah kematian setidaknya mencapai 3. 670 karena angka kasus yang dikonfirmasi naik menjadi hampir 53. 000.

sumber: Antara