menteri-badan-usaha-milik-negara-bumn-erick_210207143031-704

Menteri BUMN Erick Thohir Ajak Singapura Pererat Ekonomi

Erick Thohir mengatakan BUMN mempunyai 88 proyek yang harus dilakukan.

REPUBLIKA. CO. ID, SINGAPURA — Menteri Badan Daya Milik Negara Erick Thohir mengundang Singapura semakin mempererat kerja serupa ekonomi. Pandemi covid-19 harus lestari menjadi perhatian tanpa harus pula melupakan potensi kerja sama dengan ada di depan.

Sebesar 13 pertemuan dilakukan Menteri BUMN sepanjang Jumat (19/2). Erick Thohir bertemu tiga pejabat Singapura, Gajah Luar Negeri Vivian Balakhrisnan, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Chan Chun Sing, dan Chairman Economic Development Board Beh Swan Gin. Selain itu, Erick Thohir yang didampingi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Bank BNI Silvano Rumantir bertemu kalangan pengusaha Singapura seperti CEO Bandara Changi, CEO Singapore Airlines, CEO Singtel, dan CEO Central Provident Fund Board.

Sambil terus berupaya untuk mengendalikan covid-19, Erick menjelaskan, pemerintah terus berupaya untuk membakar perekonomian. Dalam tiga tahun ke depan, BUMN mempunyai 88 proyek atau investasi besar yang kudu dilakukan.

Untuk itulah Erick mengajak Singapura untuk bekerja sama menggerakkan kembali perekonomian. Singapura bisa ikut berperan karena pemerintah terbuka bagi kegiatan sama dengan negara maupun pengusaha dari luar negeri.

“Presiden Joko Widodo sudah membentuk dan menunjuk orang-orang profesional dengan menangani sovereign wealth funds Indonesia dengan disebut INA. Banyak proyek-proyek yang disiapkan dan sangat prospektif sebab akan memberikan return yang baik, ” kata Erick.

Kepada para pejabat tinggi Singapura, Menteri BUMN menyampaikan tiga bagian yang bisa dikerjasamakan yakni gaya, pariwisata, dan sektor keuangan. Erick berharap tawaran ini bisa dipertimbangkan dan dibahas lebih lanjut pelaksanaannya.

Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menjelaskan, penanganan covid-19 terus menjadi fokus pemerintah. “Kami telah melakukan vaksinasi kepada seluruh petugas medis sebanyak 1, 5 juta orang. Pada Maret ini diharapkan lebih banyak lagi masyarakat indonesia bisa menjalani vaksinasi, ” kata Erick.

Erick menambahkan, pengembangan vaksin Merah-Putih yang merupakan karya putra-Putri Indonesia juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Eijkmann Institute sudah mendapatkan seeds dari virus covid-19 dan kemudian akan diujicobakan. Semoga awal tahun depan sudah mampu diproduksi massal dan ini penting untuk mengantisipasi vaksinasi covid-19 yang harus dilakukan secara reguler, ” kata Erick.