Menristek: Ekonomi Tidak Boleh Hanya Bergantung pada SDA

Menristek: Ekonomi Tidak Boleh Hanya Bergantung pada SDA

Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan Indonesia harus menciptakan nilai tambah.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) Indonesia harus mampu menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki. Ekonomi Indonesia tidak boleh bergantung hanya kepada ekstraksi sumber daya alam saja.

“Ekonomi kita tidak boleh hanya bergantung kepada ekstraksi sumber daya alam, baik itu hasil pertanian maupun hasil tambang. Dengan sentuhan teknologi dan sentuhan ilmu pengetahuan maka kita harus menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang kita miliki tersebut, ” kata Bambang, dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Bambang melanjutkan, inovasi harus dijadikan sebagai spirit atau semangat yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Negara yang maju hanya bisa diciptakan oleh masyarakat yang inovatif.

“Kita harus menjadikan inovasi sebagai suatu spirit suatu semangat yang muncul di kalangan masyarakat kita. Karena hanya dengan menjadi masyarakat inovatif lah kita bisa menciptakan negara maju, ” ujar dia.

Kecerdasan artifisial menjadi satu diantara upaya bagi Indonesia agar tidak hanya menjadi pasar melainkan juga mampu menjadi pemain dari Revolusi Industri 4. 0. Bambang mengatakan, Indonesia harus menjadi salah satu pemain dalam kecerdasan artifisial.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan kecerdasan artifisial di Indonesia harus bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu diharapkan juga mampu menciptakan efisiensi dalam perekonomian, dan mampu menjadi dasar keunggulan inovasi Indonesia di masa depan.

“Pada akhirnya kita harus memikirkan bahwa kecerdasan artifisial di Indonesia: pertama, langsung bermanfaat buat masyarakat; kedua, harus bisa menciptakan efisiensi dalam perekonomian, dan ketiga, harus bisa menjadi dasar dari keunggulan inovasi kita di masa depan, ” kata dia lagi.