tambang-batu-bara-ilustrasi-_120403160040-947

Menggunakan Minerba, KUB Sumbangkan Royalti Terbesar di 2020

Sepanjang 2020 ESDM mencatat PNBP mencapai Rp 34, 6 triliun.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Kelompok Usaha Bakrie (KUB) mendukung pemerintah supaya bisa meningkatkan perekonomian negeri, salah satunya lewat Mineral dan Batubara (Minerba). Eksekutif dan Corporate Secretary Dunia Resources Dileep Srivastava mengucapkan, KUB melalui PT Kaltim Prima Coal dan Arutmin yang merupakan dua bagian usaha PT Bumi Resources (BUMI), menjadi penyumbang imbalan Penerimaan Negara Bukan Retribusi (PNPB) terbesar yakni mencapai Rp 9 triliun dalam tahun 2020 dari Mineral dan Batubara (Minerba).

Kalau ditambah pajak maka DUNIA Grup masuk dalam 31 perusahaan top pembayar retribusi terbesar di Indonesia. Kongsi pertambangan bisa memberikan efek positif terhjadap ekonomi Nusantara, selain dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan devisa negeri, juga melalui pembayaran PNPB.

Tertuang dalam UU MENODAI No. 20 Tahun 2017 tentang PNPB, PNPB adalah seluruh pemerimaan pemerintah was-was yang tidak berasal sejak penerimaan perpajakan.

“Produsen kotor bara terbesar di Nusantara ini setiap tahunnya memproduksi kisaran 80-85 juta ton, jauh lebih besar dibandingkan perusahaan serupa. Dan tarikh ini, BUMI membidik produksi batubara bisa meningkat menjadi 85-90 juta metric ton, ” kata dia, Senin (31/5).

Selain itu, Bumi Resources juga menjadi penyumbang besar dalam royalti & devisa hasil ekspor.

“Bumi Resources termasuk kontributor imbalan terbesar di Indonesia mampu mencapai Rp 9 triliun hanya royalti. Kalau bakal ditambahkan pajak, maka kami juga termasuk top 31 pembayar pajak terbesar pada Indonesia, ” kata dia.

Sebagai perbandingan, klaim dia, royalti yang dibayarkan sebab Bumi Resources jauh lebih besar daripada royalti PT Freeport Indonesia maupun kongsi batu bara lainnya. Dileep mengatakan, besarnya kontribusi akik bara pada penerimaan negara, masih melebihi hasil profesional lainnya seperti nikel, zinc, maupun emas.

Hal ini pun terlihat dari PNBB yang dicatatkan oleh pemerintah. Sepanjang 2020 ESDM mencetak PNBP mencapai Rp 34, 6 triliun melebihi daripada target Rp31, 41 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar 85% berasal dari daerah batu bara sendiri dekat Rp 30 triliun.

“KUB melalui BUMI juga berkomitmen mendukung Pemerintah program gasifikasi batubara dan diperkirakan mau dimulai 2025. Untuk gasifikasi menurutnya baru akan mulai memasok untuk proyek hilirisasi batu bara tersebut gres dimulai paling cepat pada 2023-2024. Sementara untuk rencana gasifikasi yang melibatkan salah satu anak usahanya, Arutmin Nusantara masih dalam tahap pre-studi kelayakan dan diperkirakan terakhir dimulai 2025, ” kata dia menegaskan.