082450900-1612186333-830-556

Mengenang Ustaz Maaher yang Pernah Dilaporkan Abu Janda

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Ustaz Maaher At-Thuwailibi dilaporkan wafat dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/2) malam WIB. Almarhum dengan memiliki nama asli Soni Eranata ditangkap penyidik di kediamannya di dalam 3 Desember 2020.

Ustaz Maaher menjadi tersangka terkait kasus ujaran kebencian kepada Kekasih Luthfi bin Yahya. Dia dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Peraturan (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Data dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kepala Biro Penerangan Klub Divisi Humas (Karo Penmas Divhumas) Polri, Brigjen Rusdi Hartono melegalkan informasi Ustaz Maaher meninggal. “Benar (meninggal di Rutan Bareskrim) karena sakit, ” kata Rusdi tanpa merinci sakit yang diderita almarhum.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, menuturkan, perkaranya dengan terkait almarhum saat ini hadir tahap dua, dan sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejakgung). Namun, Ustaz Maaher mengeluh ke penyidik sedang sakit ketika pemeriksaan pra tahap dua dilangsungkang.

“Kemudian, petugas rutan termasuk tim dokter membawanya ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati. Setelah diobati dan dinyatakan sembuh, yang bersangkutan dibawa sedang ke Rutan Bareskrim, ” perkataan Argo, Senin.

Setelah pemberkasan tahap dua selesai, taat Argo, barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa Kejakgung. Maaher pun kembali mengeluh sakit. Aparat rutan dan tim dokter mengusulkan agar Ustaz Maaher dibawa ke RS Polri Kramat Jati, tapi yang bersangkutan tidak mau sampai akhirnya meninggal dunia.

“Jadi, perkara Ustaz Maaher ini sudah masuk tahap dua serta menjadi tahanan jaksa, ” ucap Argo.

Jika meninjau ke belakang, salah satu pelapor kasus dugaan ujaran kebencian adalah aktivis media sosial Permadi Arya dan Abu Janda. Dia melaporkan Ustaz Maaher ke Bareskrim Polri pada 29 November 2019. Masukan tersebut berisi ancaman almarhum melalui cicitan di Twitter dan gambar yang viral kepada Abu Janda dan Sukmawati Soekarnoputri.

“Saya bersama Gus Arya, laporkan Ustaz Maaher alias Soni Eranata, karena sudah bikin ancaman pembunuhan, agar saya dan Sukmawati dibunuh. Karena ini bukan ancaman awak terhadap saya, ini juga tanda bahwa Islam radikal itu tersedia, ” kata Abu Janda pada kantor Bareskrim Polri kala tersebut.

“Menyerukan ke jamaah haji agar Abu Janda dibunuh, teroris lahir dari jamaah yang mengindahkan ustaz-ustaz macam ini. Jangan sejumlah lagi terorisme itu tidak memiliki agama. Terorisme itu punya petunjuk, yakni Islam, gurunya Maaher, ” ucap Abu Janda menambahkan.

Abu Janda mencatat, almarhum tiga kali menyerukan ke jamaah haji agar ia dibunuh. Dia membawa bukti cicitan di Twitter , video dari cicitan di Twitter , hingga satu video lainnya.

“Disebutkan saya, Tsamara Amany, Denny Siregar, Ade Armando, Grace Natalie halal dibunuh, menurut petunjuk Islam. Ini simbolik prtempuran kami Islam moderat dengan Islam subversif. Menurut kuasa hukum, dikenakan Pencetus 29 UU ITE, 28 ayat 2 UU ITE, ” prawacana Abu Janda.