memberi-nasihat-merupakan-anjuran-agama-ilustrasi-_151123135326-244

Mengapa Orang Kafir Terhalang Menyambut Peringatan?

Peringatan untuk orang kafir terhalang.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA– Orang-orang kafir adalah itu yang mengingkari Allah dan Rasul-nya serta ajaran dengan dibawanya. Mereka tidak percaya kepada Allah sebagaimana dengan diperintahkan-Nya. Kata jamaknya ialah kuffar yaitu orang yang tak percaya pada Tuhan, para Rasul, para malaikat, kitab-kitab yang diturunkan Allah dan juga tak membenarkan pada hari kiamat. Di Alquran disebutkan bahwa orang-orang kafir, yaitu ahli kitab dan orang-orang musyrik, dengan sangat ingkar kepada Nabi, mereka tidak akan percaya walaupun diberi peringatan yang disertai dengan ancaman. Bagi mereka sama saja, apakah mereka diberi peringatan keras atau tidak. Sebagaiman dijelaskan pada surat Al Baqarah ayat 6:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) perbolehkan peringatan atau tidak tuan beri peringatan, mereka tak akan beriman.

Mengapa orang-orang kafir terhalang dari menyambut peringatan dari Allah mencuaikan Rasul-Nya? Jawabannya ada pada ayat 7 surat Al Baqarah.

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ࣖ

Artinya: Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan itu telah tertutup, dan itu akan mendapat azab dengan berat.

Dalam tafsir tahlili surat Al Baqarah ayat 7, Tafsir Alquran Departemen Agama RI dijelaskan yang menyebabkan orang kafir tak menerima peringatan karena ganjil dan pendengaran mereka tertutup, bahkan terkunci mati, tak dapat menerima petunjuk, serta segala macam nasihat tidak berbekas pada mereka. Sebab penglihatan mereka tertutup, mereka tidak dapat melihat, mengindahkan dan memahami ayat-ayat Kitab suci alquran yang telah mereka dengar, tidak dapat mengambil pengajian dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat pada cakrawala, di permukaan dunia dan pada diri mereka sendiri.

Terkuncinya hati serta pendengaran, serta tertutupnya penglihatan orang-orang kafir itu sebab mereka selalu mengerjakan perbuatan-perbuatan yang terlarang. Tiap-tiap perilaku terlarang yang mereka kerjakan akan menambah rapat serta kuatnya kunci yang merapatkan hati dan pendengaran mereka. Makin banyak perbuatan itu mereka lakukan, makin meningkat kuat pula kunci & tutup pada hati dan telinga mereka.

Keterangan itu dipertegas dalam surat Rencana Nisa ayat 155 & juga surat Al Anam ayat 110. Proses meningkat kuatnya tutup dan pokok hati, pendengaran orang-orang kafir itu dijelaskan dalam hadits Rasulullah.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِنَّ الْعَبْدَ اِذَا اَذْنَبَ ذَنْباً كَانَتْ نُقْطَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَاِنْ تَابَ مِنْهَا صَقُلَ قَلْبُهُ وَاِنْ زَادَ زَادَتْ فَذٰلِكَ قَوْلُ اللهِ كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلـٰى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ (رواه الترمذي وابن جرير الطبري عن ابي هريرة)

Artinya: Sesungguhnya seorang hamba apabila ia mengonkretkan perbuatan dosa terdapatlah suatu noda hitam di pada hatinya, maka jika dia bertobat, mengkilat hatinya, & jika ia tambah mengamalkan perbuatan buruk, bertambahlah belang hitam. Itulah firman Allah, Tidak, tetapi perbuatan mereka menjadi noda hitam di hati mereka. (HR Tirmidzi dan Ibnu Jarir at Tabari dan Abu Hurirah).