anggota-kepolisian-menjaga-gereja-katedral-makassar-sulawesi-selatan-senin_210329203825-252

Menag Kunjungi Katedral Makassar Sampaikan Simpati

Menag mengatakan bahwa kunjungannya ke Gereja Katedral untuk menyampaikan simpati

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Keyakinan (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tiba di Makassar, Sulawesi Selatan untuk mengetahui tepat kondisi pasca ledakan bom di depan Gereja Katedral pada Senin (29/3) burit.

Di kedudukan bom bunuh diri, Menag didampingi Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada’ langsung berkeliling mengecek sebanyak titik di lingkungan gereja. Menag mengatakan bahwa kunjungannya ke Gereja Katedral buat menyampaikan simpati kepada arahan serta para jamaah gereja Katolik tertua di Makassar tersebut.

Menag kembali menegaskan sangat menyumpahi keras aksi terorisme dengan menyasar jamaah Gereja Katedral pada Ahad (28/3) hingga menyebabkan belasan orang terluka. “Saya ke sini memberikan keprihatinan dan simpati ke Gereja Katedral dan para-para jamaah. Kita semua berniat kejadian seperti ini tidak terulang kembali, ” sirih Menag melalui pesan tercatat yang diterima Republika , Selasa (30/3).

Menag pula meminta Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada’ untuk menenangkan jamaahnya, walaupun telah menjadi sasaran pengeboman. Menag berharap jamaah tidak perlu khawatir dan langgeng menjalankan ibadah seperti normal.

“Beribadahlah semacam biasa, jangan ketakutan, kita akan lawan, hadapi kelompok-kelompok yang melakukan teror itu, ” ujar Menag.

Untuk memerangi teror dan radikalisme, Menag mengesahkan itu bukan perkara rendah. Untuk itu, dia menyilakan semua pihak untuk bergandengan tangan dan bekerja serupa melawan musuh bersama itu.

“Kita kemaluan kerjasama semua pihak, media, aparat keamanan, agar tragedi kemanusiaan tidak terulang lagi, ” ujarnya.

Menag juga berharap para-para pemuka agama agar langsung berdakwah dengan mengutamakan ustaz yang damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Secara jalan itu maka pegangan hakikatnya ditempatkan pada fungsinya, yakni menebarkan kedamaian mengikuti kasih sayang.

“Tidak ada agama dengan mengajarkan kekerasan dan teror. Saya berharap nilia-nilai itu terus disampaikan oleh para tokoh agama, ” logat Menag.