069111900-1620974638-830-556

Larang Ziarah Makam, Anies mau Perbanyak Petugas di TPU

Anies tegaskan bahwa kawasan kunjungan di DKI Jakarta masih ditutup.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan bahwa pihaknya masih mengatup tempat pemakaman umum (TPU) untuk kepentingan ziarah semasa Lebaran 12-16 Mei 2021. Hal itu untuk menghalangi terjadinya kerumunan dan penularan virus corona.

“Ya itu semua ditutup. Nanti kita akan tegaskan kembali bahwa kawasan kunjungan memang masih ditutup, ” kata Anies di Bangsal Kota Jakarta, Jumat (14/5).

Selain tersebut, sambung Anies, Pemprov DKI juga akan menambah total petugas di setiap TPU. Sehingga dapat mengantisipasi adanya peziarah yang memaksa merembes ke area makam. “Petugas kita akan diperbanyak, ” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, para peziarah memaksa masuk ke area Wadah Pemakaman Umum (TPU) Parak Alur, Jakarta Barat, Jumat (14/5). Akibatnya, kericuhan tahu terjadi antara peziarah serta petugas keamanan. Aksi tersebut pun viral di media sosial Instagram.

Untuk diketahui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan larangan mengenai kunjungan kubur saat Idulfitri 1442 Hijriah pada 12-16 Mei 2021. Sebab, saat itu Ibu Kota masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Iya benar (tadi sempat ricuh), ” introduksi Kasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat saat dikonfirmasi, Jumat.

Meski demikian, Tamo menjelaskan, petugas ketenteraman yang berada di lokasi itu pun akhirnya mengizinkan para peziarah untuk menyelap ke area TPU Parak Alur. Tujuannya agar menghindari terjadinya kericuhan lebih sendat.

“Karena jumlahnya banyak ada seratusan kala yang coba (masuk), daripada nanti diprovokasi yang enggak-enggak , maka akhirnya diberikan masuk, ” ungkap dia.

Ia mengungkapkan, walaupun para peziarah diizinkan masuk, aparat tetap mengawasi penerapan adat kesehatan di lokasi tersebut agar tidak terjadi gerombolan. Selain itu, waktu dengan diberikan juga terbatas untuk melakukan ziarah makam.

“Tapi di dalam kita ingatkan supaya ziarahnya dipercepat gitu, enggak perlu ngobrol-ngobrol lagi selesai ziarah langsung pulang, enggak berkumpul-kumpul, ” jelas Tamo.

“Kemudian jaga renggang dan pakai masker, sebetulnya anggota ngasih masker pas banyak juga tadi 500 masker dibagikan, ” imbuhnya.

Adapun kericuhan di TPU Tegal Aturan viral di media baik. Dalam video yang diunggah akun Instagram @lambe_turah tampak para peziarah merusak pagar di lokasi tersebut sebab dilarang masuk untuk kunjungan makam.