Korsel Laporkan Penurunan Kasus Covid-19 Harian

Korsel Laporkan Penurunan Kasus Covid-19 Harian

Korsel berhasil menekan gelombang kedua penyebaran Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, SEOUL — Korea Selatan dalam Ahad (6/9) melaporkan kenaikan harian terkecil infeksi virus corona di tiga minggu waktu pembatasan sosial untuk menekan gelombang kedua penyaluran di negara itu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 167 kasus baru virus dalam 24 jam terakhir hingga tengah malam pada Sabtu. Total itu turun dari 168 di dalam hari sebelumnya. Angka itu melaksanakan jumlah total infeksi Covid-19 di Korea Selatan menjadi 21. 177 dengan 334 kematian.

Keberhasilan Korea Selatan menangani pagebluk awal virus corona itu dimulai pada gelombang infeksi pada rata-rata Agustus di sebuah gereja. Kejadian memuncak pada 441 pada akhir Agustus, tetapi sejak itu pemisahan jarak sosial ketat mulai resmi.

“Dengan aturan langkah sosial lebih ketat, kasus virus corona baru terus menurun. Ana berharap menyaksikan penurunan dalam kejadian baru, ” kata juru bicara Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan Sohn Young-rae dalam sebuah pengarahan.

Pada Jumat, pemerintah Korsel memperpanjang pembatasan had 13 September mendatang. Alasannya, negeri butuh lebih banyak waktu menghasilkan penurunan tajam pada infeksi hangat.

Langkah-langkah tersebut, tercatat pembatasan yang belum pernah berlaku sebelumnya pada restoran-restoran di provinsi Seoul, di mana penyebarannya terkonsentrasi. Pemerintah melarang makan di wadah, setelah pukul 21. 00, serta membatasi waralaba kopi dan gardu roti untuk dibawa pulang serta dikirim dengan layanan sepanjang keadaan.

Otoritas kesehatan menyarankan agar orang tidak kembali ke kampung halaman atau mengunjungi trah untuk liburan Chuseok yang dirayakan secara luas, liburan Thanksgiving Korea. Chuseok dimulai pada akhir September dan berlangsung hingga awal Oktober.

Pemerintah Korea Daksina dan partai Demokrat yang berpengaruh pada Ahad setuju mengeluarkan perkiraan tambahan keempat senilai lebih dari 7 triliun won (5, 90 miliar dolar AS), yang beberapa besar akan didanai oleh obligasi negara. Partai tersebut berencana mengajukan rencana anggaran ke parlemen pekan ini untuk diterapkan sebelum liburan Chuseok guna memberikan dukungan darurat bagi orang-orang yang terkena dampak virus corona.