Korban Jiwa Banjir Bandang Luwu Melahirkan Bertambah

Korban Jiwa Banjir Bandang Luwu Melahirkan Bertambah

Total ada 30 korban jiwa banjir bandang Luwu Utara.

REPUBLIKA. CO. ID, MAKASSAR — Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan yang berlaku pada Senin (13/7) kembali meningkat. Total korban jiwa menjadi 30 orang.

“Laporan dengan masuk, ada tiga jenazah terlihat hari ini oleh tim gabungan SAR, ” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar Mustari, saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).

Dari operasi pekerjaan Gabungan SAR tersebut, satu jenazah orang dewasa berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Desa Meli, Kecamatan Baebunta, dua jenazah korban berjenis kelamin perempuan di Desa Radda. Jenazah lalu dievakuasi ke Puskesmas Baebunta.

Dengan ditemukannya tiga jenazah tersebut, jumlah target jiwa sementara ini bertambah menjelma 30 orang. Untuk status data korban hingga pukul 18. 00 WITA, jumlah korban sebanyak satu. 587 orang, dengan rincian selamat 1. 542 orang, meninggal dunia 30 orang dan masih dalam pencarian 15 orang.

Dari 30 korban jiwa itu, data per 16 Juni 2020, enam orang diantaranya belum teridentifikasi oleh pihak keluarga. Saat itu tim SAR Gabungan menghentikan tatkala pencarian korban dan dilanjutkan belakang hari.

Mustari memasukkan kendala yang dihadapi di lapangan adalah terhambat akses menuju lokasi karena masih berlumpur dan cukup tebal, bahkan banyak pohon dengan tumbang, sehingga sedikit menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi secara petunjuk. Tim relawan potensi SAR diturunkan sekitar 500 orang untuk positif proses pencarian korban yang tertimbun lumpur akibat bencana banjir bandang.

Bencana banjir bandang terjadi pada Senin (13/7) kira-kira pukul 21. 00 WITA. Hasil bencana teridentifikasi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

Berdasarkan informasi BPBD setempat, pascabanjir sebanyak 156 Kepala Keluarga (KK) atau 655 jiwa mengungsi dan 4. 202 KK atau 15. 994 hayat terdampak. Sedangkan kerugian material tercatat 4. 930 unit rumah terbenam, 10 unit rumah hanyut, 213 unit rumah tertimbun pasir bercampur lumpur, satu Kantor Koramil 1403-11 terendam air dan lumpur ketinggian satu meter, jembatan antardesa terhenti dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur setinggi satu hingga 4 meter.

BPBD Kabupaten Luwu Utara dan instansi terpaut telah melakukan upaya penanganan perlu, seperti evakuasi dan pencarian korban, kaji cepat kebutuhan, penanganan penyintas dan operasional pos komando. Selain itu, empat unit eskavator dikerahkan untuk membersihkan lumpur di Kecamatan Masamba dan enam unit pada Kecamatan Baebunta karena tertimbun lendut. Saat ini PLN juga masih melakukan perbaikan jaringan listrik dengan sempat terputus.

sumber: Kurun