KNEKS Petakan Riset Prioritas untuk Kemajuan Ekonomi Syariah

KNEKS Petakan Riset Prioritas untuk Kemajuan Ekonomi Syariah

Era ini riset ekonomi dan keuangan syariah Indonesia masih sangat tertinggal.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sedang melakukan pemetaan tema-tema riset terkait ekonomi dan keuangan syariah. KNEKS sedang menyusun Strategi Nasional Riset Industri Halal dalam lembaga meningkatkan jumlah Inovasi Produk halal Indonesia kedepannya.

Direktur Bidang Pendidikan dan Penelitian Keuangan Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat menyampaikan, pemetaan ini dikerjakan untuk menyelaraskannya dengan Prioritas Riset Nasional (PRN), Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), sekaligus kebutuhan pabrik. “Tahun ini KNEKS sedang melayani pemetaan tema-tema riset ekonomi serta keuangan syariah di berbagai litbang kementerian dan lembaga, juga pusat-pusat studi yang ada di kampus-kampus termasuk pusat studi yang terpaut ziswaf, ” Emir kepada Republika , Ahad (21/6).

Tema riset preferensi akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong kemajuan ekonomi syariah Indonesia. Selain itu, mulai tarikh ini juga, KNEKS sedang menyusun Strategi Nasional Riset Industri Legal dalam rangka meningkatkan jumlah Pembaruan Produk halal Indonesia kedepannya.

Laporan tersebut untuk kebutuhan jangka panjang dan laporannya diupayakan selesai tahun depan. Karena buat menghasilkan inovasi produk halal berbasis ilmu pengetahuan perlu waktu lama, bahkan bisa sampai 15 tarikh.

Emir menambahkan, saat ini riset ekonomi dan keuangan syariah Indonesia masih sangat primitif. Dalam beberapa tahun ini, riset-riset dari Indonesia sudah meningkat. Namun, jika melihat dari basis bahan Scopus, jumlah riset eksyar Nusantara, termasuk industri halal masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Malaysia dan beberapa negara Organisasi Kerja Pas Islam (OKI) lainnya.

Secara umum, Malaysia menjadikan perluasan ekonomi dan keuangan syariah tercatat industri halal sebagai aspirasi nasional. Oleh karena itu, banyak grant research yang diberikan kepada universitas-universitas di Malaysia untuk melakukan penelitian yang terkait pengembangan ekonomi syariah tercatat industri halal.

“Tema-tema risetnya mereka arahkan agar menolong kebijakan pemerintah, tentunya supaya sesuai dengan kebutuhan industri dan pokok pembangunan nasional, ” kata Emir.

Sejak dahulu, Malaysia sudah secara eksplisit menyatakan ekonomi syariah dan industri halal adalah aspirasi nasional. Ia berharap Nusantara juga bisa demikian, Wakil Pemimpin KH Ma’ruf Amin yang pula Ketua Harian KNEKS diharap terus menerus menyampaikan hal ini.

Supaya kementrian dan lembaga negara lainnya memberikan perhatian lebih buat memajukan ekonomi syariah Indonesia. KNEKS sendiri merupakan katalisator, koordinator & jembatan yang mensinergikan kepentingan dan usaha pemangku kepentingan.