ilustrasi_210206193300-817

Klaster Kampung di Sleman, Klub Diimbau Taat Prokes

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA — Klaster baru penularan Covid-19 kembali muncul di Kabupaten Sleman, DIY. Baru-baru ini, sudah ditemukan puluhan kasus pada klaster kampung yang tersedia di Pedukuhan Ngaglik, Kelurahan Caturharjo, Kabupaten Sleman.

Masyarakat pun diminta untuk terus menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Juru Bicara Penanganan Covid-19 untuk DIY, Berty Murtiningsih mengatakan, kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan tetap menjelma yang utama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau dibanding saya hanya terus mengimbau masyarakat taat prokes, dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Karena kita masih dalam situasi pandemi yang membutuhkan kedisiplinan kita untuk berperilaku melawan pandemi dengan prokes, ” kata Berty, Rabu (26/5).

Tenggat saat ini, kasus tentu yang ditemukan di Ngaglik setidaknya sudah lebih sejak 50 orang. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga belum dapat menyimpulkan secara terang sumber penularan kasus-kasus itu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan, kasus ini sebenarnya merupakan rentetan daripada kasus yang terjadi dalam 2 Mei 2021 awut-awutan. Akhirnya, diadakan swab massal ke 204 orang.

Dari swab massal kepada warga itulah, di dalam 24 Mei 2021 diketahui terdapat 33 orang nyata covid-19. Kemudian, 25 orang dilakukan isolasi mandiri di Asrama Haji DIY, perut orang dirujuk ke RSUD Sleman dan enam karakter lain isolasi mandiri.

“Enam orang isolasi mandiri karena masih menyusui dan lanjut usia dengan sudah istirahat total, ” kata Novita.

Kemudian, pada 25 Mei 2021 saat 25 karakter sudah berada di Asrama Haji, ada satu karakter yang isolasi mandiri wafat dunia. Ditambah satu orang yang meninggal dunia sebelumnya, sejauh ini total ada dua orang meninggal negeri dari Ngaglik.

“Jadi, total kasus mulia dusun itu 52 karakter, yang meninggal dua karakter, sembuh tiga orang, masih isolasi di asrama 38 orang, di RSUP Dr Sardjito satu orang, RSUD Sleman dua orang, serta tujuh isolasi mandiri di rumah, ” ujarnya.