KKP: Produk Siap Masak dan Siap Makan Banyak Peminatnya

KKP: Produk Siap Masak dan Siap Makan Banyak Peminatnya

Inovasi produk olahan ikan sangat diperlukan untuk menarik minat konsumen milenial.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Penulis Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Berny A Subki mengingatkan pelaku usaha perikanan agar dapat fokus pada produk siap makan. Ia mencermati, produk tersebut lebih banyak peminatnya saat ini.

“Saat itu yang diperlukan oleh masyarakat ialah produk yang ready to cook & ready to eat , ” kata Berny di siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut Berny, situasi tersebut karena pangsa pasar potensial saat ini adalah kaum milenial yang populasinya di Indonesia menyentuh 90 juta jiwa. Yang menarik minat mereka adalah produk dengan kekinian dengan kemasan menarik.

Berny mengingatkan bahwa permutasi produk olahan ikan sangat diperlukan guna memberikan pilihan sekaligus meremehkan masyarakat mengonsumsi ikan.

Berny juga mengemukakan, sebagai salah satu bentuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Unit Pengolah Ikan (UPI) memainkan peran penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Berdasarkan data Direktorat Jenderal KKP, tercatat sebanyak 62. 389 UPI se-Indonesia di 2019. Dari jumlah tersebut, volume produksi olahan ikan yang dihasilkan mencapai 6, 85 juta ton.

“Fakta itu menjadi satu diantara indikator bahwa sektor perikanan mempunyai peranan yang istimewa dan strategis dalam pembangunan perekonomian nasional, terutama dalam meningkatkan perluasan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat, ” paparnya.

Berny mempertontonkan di Jawa Barat, di mana UPI dinilai sebagai bisnis potensial untuk dikembangkan seiring dengan jalan pemerintah daerah dalam menggenjot nilai konsumsi ikan. Sebagai gambaran, pada 2019 Angka Konsumsi Ikan (AKI) Provinsi Jawa Barat hanya mencapai 30, 53 kg/kapita/tahun. Angka tersebut masih jauh dari AKI nasional yang sudah mencapai angka 54, 49 kg/kapita di tahun yang sama.

“Perluasan akses pasar menjadi salah satu kunci pengembangan UPI. Sebagai bentuk respons, KKP telah menyiapkan platform Pasar Bahar Indonesia atau program promosi produk-produk unggulan UMKM binaan sebagai bagian dari gerakan Bangga Buatan Nusantara, ” ujarnya.

Rencananya, 800 produk perikanan pilihan dibanding berbagai daerah di Indonesia akan ditampilkan pada puncak program Besar Buatan Indonesia pada pekan ke-2 hingga ketiga Oktober 2020. Cara seleksinya masih berlangsung.

“Kami menelungkupkan kesempatan kepada UMKM yang belum terdaftar dengan mengakses form pendaftaran di link http://bit.ly/formUMKMBBI , ” urai Berny.

sumber: Antara