Keluhan Pedagang LTC Glodok Hadapi Balik PSBB

Keluhan Pedagang LTC Glodok Hadapi Balik PSBB

PSBB bakal sejumlah pedagang LTC Glodok kembali harus berhenti berdagang.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Salah seorang pedagang di LTC Glodok, Tjenglie (53) mengiakan keberatan usai mengetahui Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) total balik diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tjenglie khawatir secara nasib karyawannya jika toko miliknya harus tutup total seperti introduksi pandemi Covid-19 di awal bulan April 2020.

Tjenglie mengaku sempat bersyukur ketika Pemprov DKI Jakarta mengizinkan kembali toko non pangan beroperasi di pusat pandemi Covid-19. Perputaran ekonomi pada toko elektronik miliknya pun sudah mulai merangkak naik sebulan belakang ini.

Padahal sebelumnya, Tjenglie harus alami banyak kemalangan karena toko tutup selama tiga bulan pada PSBB pertama. “Jadi kami pedagang-pedagang di sekitar Glodok ini secara menyeluruh keberatan secara PSBB total. Karena otomatis ekonomi kami akan terpuruk kembali, ” ujar Tjenglie saat ditemui, Jumat (11/9) sore.

Di PSBB pertama, Tjenglie tidak sampai hati memberhentikan para pegawainya. Real selama tiga bulan itu, gardu yang menjual peralatan elektronik itu tidak mendapatkan pemasukan.

“Saya tidak sampai hati jika pegawai saya tidak makan. Makin mereka punya dua tiga anak. Jadi berapa orang tidak makan kalau toko tutup, ” sebutan Tjenglie.

Namun di PSBB total kedua ini, Tjenglie tidak tahu lagi dari mana harus menggaji pegawainya jika toko kembali tutup total. Pasalnya, modalnya sudah terkuras habis untuk biaya operasional selama PSBB dan kala toko kembali buka.

Tjenglie tidak protes jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB total. Namun ia meminta Pemprov DKI Jakarta dapat adil pada memikirkan faktor kesehatan dan ekonomi.

Menurutnya, jangan datang karena kebijakan PSBB total bahkan membuat perekonomian terpuruk dan berdampak pada rakyat kecil. “Maka kami minta tolong kebijakan Pemerintah Provinsi DKI untuk berikan kebijaksanaan di penentuan kesehatan dan ekonomi. Tanpa sampai salah satu dirugikan, ” ucap Tjenglie.

Tjenglie tidak menampik sebagian pedagang pada LTC Glodok beralih ke daring untuk berdagang. Namun masih penuh pedagang Pasar Glodok yang bingung teknologi, terlebih transisi perdagangan tak dapat dilakukan secara instan.

“Butuh waktu lagi mencari pelanggan jika harus pindah ke online, ” kata dia.