040383300-1592113267-830-556

Kehormatan Daging Ayam di Praja Kupang Tembus Rp 65 Ribu per Ekor

Pasokan keturunan ayam di Kota Kupang disuplai dari Surabaya.

REPUBLIKA. CO. ID, KUPANG — Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Praja Kupang, Nusa Tenggara Timur terus bergerak naik dalam beberapa pekan belakangan, datang menembus nilai jual Rp 65 ribu per punggung dari harga normal Rp 50 ribu per buntut. Tati, salah seorang distributor daging ayam yang ditemui Antara di Pasar Beri Kupang, Kamis (4/5), mengutarakan saat ini harga warga ayam ukuran besar sudah mencapai Rp 65 seperseribu per ekor.

Sebelumnya, kata dia, harga daging ayam sebesar itu hanya mencapai Rp 50 ribu per belakang, namun saat ini tetap bergerak naik hingga mencapai nilai jual Rp 65 ribu per ekor. “Harga daging ayam, saya tetap akan terus bergerak terangkat jika tidak diantisipasi secepatnya oleh pemerintah, karena sebentar lagi akan memasuki Lebaran, ” katanya.

Ia menambahkan harga daging ayam ukuran kecil, saat ini pula mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu, yakni dibanding Rp 45 ribu bagi ekor menjadi Rp 55 ribu per ekor. Tati juga menambahkan daging mandung yang dijual saat tersebut di Kota Kupang ialah daging ayam yang dipesan dari Surabaya, Jawa Timur.

Sementara keturunan ayam dari Kupang tatkala masih kosong. Hal ini karena saat banjir bandang dan angin kencang kurang waktu lalu, beberapa peternakan ayam pedaging terbawa banjir sehingga pasokan juga melandai.

Menanggapi kenaikan harga daging ayam tersebut, Arni, lengah seorang ibu rumah tangga yang ditemui Antara di Pasar Oeba Kota Ketepeng, mengaku tak kaget sedang dengan kenaikan harga daging ayam tersebut. “Lagi terangkat harganya sekarang. Dua pekan lalu masih harga sekitar Rp50 ribu kini telah mahal sekali, ” tambahan dia.

Berbeda dengan warga ayam, harga telur mandung ras di sejumlah rekan di Kota Kupang malah stabil setelah adanya sidak yang dilakukan oleh Polda NTT di sejumlah pasar di kota itu. “Dua pekan lalu, satu para-para (30 butir) harganya berbeda-beda diantara para penjual. Ada yang jual dengan makna Rp 55 ribu bohlam rak. Kini sudah lazim kembali menjadi Rp 45 ribu per rak, ” kata Ansel di rekan Nikoten Kota Kupang.

Sementara itu terkait pasokan telur sendiri ujar dia juga sampai sejauh ini masih lancar-lancar saja, dan ia berharap tak ada kendala dengan pasokan telur untuk beberapa hari ke ajaran jelang hari raya Idul Fitri.

sumber: Antara