kredit-ilustrasi-_120827142259-290

Kebijaksanaan Peningkatan Plafon KUR tanpa Jaminan Dinilai Tepat

Pemerintah memasang plafon KUR tanpa Garansi menjadi Rp 100 juta

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA— Kebijakan pemerintah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan dinilai tepat.

Ekonom Lembaga Pengkajian Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM-FEB UI), Teuku Riefky, mengapresiasi langkah pemerintah yang terus berkomitmen memajukan sektor UMKM kembali muncul itu.

“Ini sangat bagus, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah telah senada membakar sektor UMKM menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi, ” ujarnya di Jakarta, Sabtu (10/4).

Selain itu, kata Riefky, kondisi perekonomian sudah tiba membaik terlihat dari kemajuan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang menyentuh ke level 53, dua per Maret 2021.

Berarti, Riefky melihat roda pabrik sudah mulai bergerak stabil. Hal ini terlihat sejak berbagai kebijakan semuanya pada nada yang sama untuk mendorong konsumsi masyarakat.

Patuh Riefky, kondisi ini harus disambut baik dunia jalan untuk kembali membuka kehidupan ekonomi dengan memanfaatkan relaksasi plafon KUR yang diberikan pemerintah.

“Diharapakan momentum kamar puasa dan lebaran mampu mendorong peningkatan konsumsi klub, sehingga pemulihan ekonomi semakin berjalan lebih cepat, ” tambahnya.

Hal senada disampaikan pengamat ekonomi Bank Permata Josua Pardede yang menghargai tambahan relaksasi bagi UMKM dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan ini sanggup berdampak positif pada perbaikan ekonomi nasional.

Dia mengatakan, KUR tanpa jaminan itu dapat mengakselerasi pertumbuhan cara mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk kembali hidup dan mengembangkan usahanya dengan kemudahan penyaluran modal dengan telah diberikan pemerintah.

“Terlebih, sektor UMKM sendiri berkontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 60 persen dan berpunya menyerap tenaga kerja sejumlah 96 persen, ” sebutan Josua.

Josua menilai desain pemerintah dalam memberikan agenda stimulus UMKM dapat memberikan dampak positif bagi daya dalam negeri. Kemudian, dari sisi permintaan pemerintah sudah memberikan keringanan PPnBM, fasilitas KPR, dan suku bunga yang turun dari tujuh persen menjadi 6 upah.

“Berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah, mulai lantaran sisi permintaan hingga sisi produsen melalui stimulasi KUR ini menjadi kombinasi kebijakan yang tepat untuk membangun kepercayaan masyarakat, sehingga membantu peningkatan daya beli, ” tutur Josua.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa tanggungan menjadi Rp 100 juta, dari sebelumnya Rp 50 juta. Penyesuaian besaran KUR ini dilakukan agar bagian pembiayaan UMKM mampu mencapai level lebih dari 30 persen pada 2024.

sumber: Antara