Kadin Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Petani Rotan

Kadin Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Petani Rotan

Larangan ekspor rotan mentah sangat merugikan petani rotan.

REPUBLIKA. CO. ID, PONTIANAK — Dunia Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat meminta pemerintah untuk memperhatikan kelangsungan hidup para petani dan pelaku usaha rotan. Petani serta pelaku usaha rotan semakin terjepit karena terdampak larangan ekspor rotan dalam bentuk barang mentah ataupun bahan baku rotan.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Pabrik (Kadin) Kalimantan Barat, Rudyzar Zaidar Mochtar di Pontianak, Ahad (20/12), mengatakan dampak larangan ekspor rotan dalam bentuk sasaran mentah sangat merugikan rakyat, elok petani maupun pelaku usaha.

Ia mengucapkan sangat trenyuh, karena kondisi itu sudah diprediksi oleh Yayasan Rotan Indonesia, sejak 2010 sebelum Permendag No 35/M-DAG/PER/11/2011 tentang Ketentuan Ekspor Rotan dan Produk Rotan, tertanggal 30 Nopember 2011 dikeluarkan.

Menurut tempat, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah diingatkan perihal kondisi ini.

“Sudah jelas biang keladinyaadalah pelarangan ekspor bahan baku rotan, sehingga hasilnya rotan di dalam negeri tidak dipakai dan tidak boleh juga diekspor, ” ungkapnya.

Menurut nya, hal tersebut adalah upaya pelarangan ekspor tujuan baku rotan yang ke-6 dengan dilakukan oleh pemerintah Indonesia & hasilnya sama, yakni tidak berhasil.

“Padahal sudah terbukti dalam periode tahun 2011-2018 ukuran ekspor furnitur rotan menyusut daripada semula sebesar 74 juta dolar AS di tahun 2011, kemudian turun menjadi tinggal 19 juta dolar AS di tahun 2018 (analisa data BPS), ” ujarnya.

Menurut nya, ekspor menjelma turun sebesar 57 juta dolar AS dalam periode 2011 mematok 2018, dan juga berdampak petani menjadi menderita, pengusaha produk rotan kekurangan bahan baku.

sumber: Kurun