200628191804-743

Jenderal Spanyol Mundur Setelah Menerima Vaksin Covid-19

Warga Spanyol marah atas lompatan antrean yang terjadi oleh pejabat publik

REPUBLIKA. CO. ID, MADRID — Jenderal tinggi Spanyol mengundurkan diri pada Sabtu (23/1) setelah dituduh menerima vaksin Covid-19 mendului kelompok prioritas. Dia menjelma salah satu dari sejumlah pejabat jemaah yang telah memicu kemarahan jemaah karena laporan bahwa mereka sudah melewati antrean vaksinasi.

Dalam pernyataan pengunduran kepala pekerja pertahanan, Jenderal Miguel Angel Villaroya, Kementerian Pertahanan mengindikasikan tetapi tak secara eksplisit menyatakan bahwa tempat telah mendapatkan vaksinasi. “Tidak sudah bermaksud mengambil keuntungan dari hak istimewa yang tidak dapat dibenarkan yang merusak citra Angkatan Bersenjata dan meragukan kehormatan jenderal, ” katanya.

Menteri Pertahanan Margarita Robles telah meminta penjelasan Villaroya, setelah laporan media sehari sebelumnya. Dalam laporan itu, dilaporkan dia telah menerima vaksinasi. Kementerian Pertahanan menegaskan, bahwa Villaroya menjemput keputusan yang menurutnya benar. Cuma saja langkah itu dinilai merusak citra publik Angkatan Bersenjata.

Warga Spanyol marah atas lompatan antrean yang terjadi oleh pejabat publik dalam menerima vaksin virus Corona. “Jenderal Villarroya dan rekan lainnya, rekan saya berusia 67 tahun, menderita Alzheimer dan menjadijadi. Kami sedang menunggu vaksinnya. Seorang juru tulis dan mantan perawat dan kami berada di gerombolan pertama. Apakah kamu (Jenderal Vellaroya) lebih penting? ” kata tweet akun @Marcosendra1.

Dilansir dari laman Reuters, level infeksi nasional di Spanyol sudah melonjak sejak akhir Desember, secara 42. 885 kasus baru ditambahkan ke penghitungan pada Jumat sehingga total kasus menjadi 2. 499. 560. Sebanyak 400 kematian terakhir dilaporkan dengan total korban tewas 55. 441 jiwa.

https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-spain/top-spanish-general-resigns-over-allegations-of-vaccination-queue-jumping-idUSKBN29S0LB?il=0