Jenazah Perawat Ditolak, TPU Siwakul Dipenuhi Karangan Bunga

Jenazah Perawat Ditolak, TPU Siwakul Dipenuhi Karangan Bunga

Puluhan Karangan bunga itu sarat secara makna kekecewaan

REPUBLIKA. CO. ID, UNGARAN — Karangan bunga sebagai bentuk keprihatinan atas penolakan pemakaman jenazah Nuria Kurniasih, terus berdatangan pada TPU Siwarak, lingkungan Siwakul, Kelurahan Bandrajo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Puluhan Karangan bunga itu sarat secara makna kekecewaan atas peristiwa perlawanan pemakaman jenazah yang terjadi. Kaum pesannya seperti ‘Turut berdukacita arah matinya nurani’, ‘Turut berduka atas matinya nilai kemanusiaan’ dan sebagainya.

Taat penuturan warga setempat, karangan kembang dari sejumlah pengurus daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) se-Jawa Tengah dan komunitas relawan kemanusiaan tersebut telah terpasang di gerbang utama makam sejak Sabtu (11/4) pagi.

Hingga Ahad (12/4) sore, jumlahnya telah mencapai puluhan karangan kembang dan dipasang memenuhi sepanjang tiang masuk menuju kompleks TPU. Sedianya sempat disiapkan untuk pemakaman jenazah perawat yang meninggal dunia kelanjutan Covid-19 tersebut.

“Kami tidak tahu pasti, satu persatu karangan bunga tersebut terpasang di makam dan sekarang jumlahnya telah mencapai 24 susunan bunga, ” ungkap Muhamad Soleh (37), salah seorang warga RT 06/ RW 08 lingkungan Siwakul, Ahad (12/4).

Ia mengatakan, awalnya cuma tiga karangan bunga yang terpatok di depan gerbang TPU Siwarak tersebut. Pada hari ini, jumlahnya terus bertambah dan sudah mencapai 24 karangan bunga.

Dibanding jumlah yang terpasang, paling banyak karangan bunga yang mengatasnamakan pemimpin daerah PPNI di Jawa Pusat. Contohnya, DPD PPNI Kabupaten Pemalang, Kebumen, Banjarnegara, Wonogiri, Kabupaten Pati, Kota Surakarta, Kota Magelang & lainnya.

“Selain itu, ada juga kira-kira karangan bunga yang mengatasnamakan sebanyak komunitas pegiat kemanusiaan yang ada di Jawa Tengah, ” ungkapnya, saat dikonfirmasi di lokasi TPU Siwarak.

Terkait maraknya karangan bunga itu, Soleh kembali menyampaikan permohonan maaf dari segenap warga lingkungan Siwakul, atas peristiwa penolakan proses pemakaman jenazah perawat di TPU tersebut.