Ini Kronologi Penarikan Cadar di Tanah air Tangerang

Ini Kronologi Penarikan Cadar di Tanah air Tangerang

Korban mengiakan ditarik cadarnya ketika sedang berjalan pulang dari pasar.

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG — Kasus penarikan cadar pada Kota Tangerang berlanjut ke kolom hukum. Korban bernama Ati (nama samaran) menjelaskan alasan di pulih keputusannya melaporkan Z (70) ke pihak yang berwajib.

“Jadi trauma saya. Takut jadinya, ” kata dia kepada Republika usai membuat laporan di Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (13/11).

Ati pun menceritakan kronologi kejadian penarikan cadar pada 4 November 2020 sekira pukul 10. 00 WIB. Saat itu, Ati mengatakan, dia bersama keponakannya yang berusia 4 tahun sedang berjalan pulang dari pasar dengan membawa barang belanjaan.

Masa hendak melewati gang rumahnya, target merasa terhalangi oleh Z dengan sedang berbincang dengan orang lain di jalan gang depan rumahnya dan jemuran milik pelaku. Target meminta izin melintas, tetapi tiba-tiba Z menarik cadarnya hingga terbuka wajahnya.

“Ustaz tersebut menghalangi jalan. Saya permisi, tapi malah cadar saya ditarik, serta mengeluarkan kata-kata yang tidak cepat: ‘lu ngapain sih pakai-pakai beginian segala (red: cadar)? ‘, tetap mereka tertawa-tawa, ” kata Ati.

Ati mengaku terpesona atas perbuatan yang dilakukan Z terhadapnya. Sebelum kejadian itu, taat Ati, Z memang kerap melecehkan pakaiannya yang berpakaian gelap dan mengenakan cadar.

“Dia pernah bilang pakai baju hitam udah kayak TKW (tenaga kegiatan wanita). Kemudian pertama kali aku bercadar dia bilang saya teroris. Udah sering dia ngomong kayak gitu. Kemarin itu kaget aja itu kok dia tiba-tiba narik cadar dengan kata-kata itu, ” kata dia.

Ati mengatakan ia telah bercadar selama tujuh tahun. Karena itu, ia merasa sangat keberatan dengan perangai Z sehingga memutuskan melapor ke polisi.

Ati mengatakan ia sudah menerima permohonan maaf dari pelaku. Namun, ia mengucapkan, proses hukum harus tetap perlu berjalan. “Harapannya bisa segera ditindak secara hukum biar dia insaf, dan biar enggak ada lagi yang kasusnya kayak saya hati gitu tarik-tarik cadar, ” prawacana dia.

Pada Jumat (13/11), tim advokat korban sudah melayangkan laporan ke Polres Metro Tangerang Kota dengan Pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Pengacara Ati, Dewi, mengutarakan, laporan sudah dilengkapi dengan kurang nama saksi. “Langsung di-BAP (berita acara pemeriksaan). Sementara kita pasalkan perbuatan tidak menyenangkan, Pasal 335 KUHP, ” ujar Dewi.

“Masih kita gali teristimewa pasal-pasal lain yang juga mampu menjerat, ” kata dia.