petugas-kesehatan-mengambil-sampel-usap-saat-rapid-tes-antigen_210131151604-823

Indramayu Siapkan Tes Rapid Antigen di Tempat Wisata

Kebijakan dibukanya wisata di tengah kekangan mudik bisa dimanfaatkan pemudik

REPUBLIKA. CO. ID, INDRAMAYU – Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu akan menyiapkan tes rapid antigen bagi para wisatawan di musim libur lebaran. Hal itu sebagai kelakuan kesiapan tetap dibukanya turisme meski mudik lebaran dilarang.

“Tes rapid antigen itu akan kita lakukan secara acak kepada wisatawan di tempat-tempat wisata, ” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (23/4).

Selain menyiapkan tes rapid antigen, lanjut Deden, pihaknya sudah meminta pada Dinas Kebudayaan dan Wisata (Disbudpar) setempat untuk merancang prasarana dalam penerapan adat kesehatan di tempat wisata. Salah satunya adalah tempat cuci tangan ataupun logistik hand sanitizer.

Selain itu, pengelola wisata juga kudu benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya memastikan para-para pengunjung mengenakan masker serta mencegah kegiatan yang bisa memicu timbulnya kerumunan di tepat wisata.

Deden mengakui, kebijakan pasti dibukanya pariwisata di tengah larangan mudik, bisa selalu dimanfaatkan pemudik untuk kembali kampung dengan dalih berwisata. Indikasi itu beberapa di antaranya sudah ada.

“Kita lihat pergerakan orang. Alasan menengok anak yang sakit, alasan menyelenggarakan surat ijin dan lainnya, ’’ terang Deden.

Untuk mengantisipasi peristiwa itu, Deden menilai, petugas yang berada di titik-titik perbatasan memiliki peran yang sangat penting. Mereka harus lebih teliti dalam bertemu arus pergerakan orang yang keluar masuk daerah perbatasan.

Deden memasukkan, dalam menjalankan regulasi kekangan mudik, pihaknya mengikuti Adendum Tulisan Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penghapusan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah & Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Kamar Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Adendum itu ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, di 21 April 2021. “Dalam aturan itu dijelaskan kalau larangan mudik mulai 22 April – 24 Mei 2021, ’’ terang Deden.

Deden membuktikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk membahas urusan penyekatan. Jika ada warga yang ketahuan nekat mudik, pihaknya akan memberi sanksi sebati ketentuan yang ditetapkan Satgas Covid-19.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya curi start mudik ke wilayah Kabupaten Indramayu, Deden menyebutkan, berdasarkan data traffic mudik, hingga saat tersebut belum ada. Untuk pemudik awal kebanyakan tujuannya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mengenai adanya buruh migran asal Kabupaten Indramayu yang pulang negeri pada lebaran ini, Deden mengaku belum mendapat informasi dari dinas tenaga kerja (Disnaker) setempat. Dia membuktikan, Disnaker akan memberi tahu Satgas Covid-19 jika benar ada buruh migran yang pulang.

Deden mengatakan, Satgas Covid-19 pusat sudah mengantisipasi hal itu dan akan mengisolasi mereka yang baru pulang lantaran luar negeri. Penyekatan pula akan langsung dilakukan di Jakarta.

Terpisah, Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan, Pemkab Indramayu akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Sastgas Covid-19 sentral terkait larangan mudik. “Aturannya secara vertikal dari was-was. Kita ikuti saja, ’’ jelas Lucky.

Lucky meminta agar para-para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Indramayu bisa mematuhi aturan itu. Apalagi, ada sanksi kasar bagi para ASN yang melanggar aturan tersebut.