Ilmuwan Iran Dibunuh, PBB Desak Semua Pihak Tahan Diri

Ilmuwan Iran Dibunuh, PBB Desak Semua Pihak Tahan Diri

Ilmuwan nuklir Iran dibunuh di dekat Teheran, Jumat (27/11) burit.

REPUBLIKA. CO. ID, NEW YORK — Carik Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (27/11) mendesak semua pihak untuk menahan muncul pascapembunuhan fisikawan Iran. Pernyataan yang dikutip oleh juru bicaranya tersebut menanggapi tewasnya seorang ilmuwan nuklir Iran di dekat Teheran.

“Kami telah mencatat informasi bahwa seorang ilmuwan nuklir Iran telah dibunuh di dekat Teheran hari ini, ” kata ujung bicara Guterres, Farhan Haq.

Lebih lanjut, Haq membuktikan PBB mendesak semua pihak buat menahan diri. PBB menyerukan buat menghindari tindakan yang dapat menjadikan peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Iran mengatakan ilmuwan nuklir mulia Iran Mohsen Fakhri Zadeh dibunuh oleh “teroris bersenjata” di dekat Ibu Kota Teheran pada Jumat (27/11). Media setempat melansir bahwa Fakhri Zadeh, kepala program nuklir Kementerian Pertahanan, diserang di Kampung Absard, 60 kilometer timur bahar Teheran, pada sore hari.

Zadeh telah lama dicurigai oleh Barat sebagai dalang program senjata atom rahasia. Beberapa waktu berarakan, intelijen Jerman mengungkapkan Iran pantas meningkatkan program pengayaan uraniumnya dengan bisa dijadikan senjata nuklir.

Temuan tersebut dibantah Pemerintah Teheran. Rusia dan China berada di belakang Iran yang saat ini menghadapi lagu keras dari AS, Jerman, Inggris, Prancis, PBB, dan IAEA.

Menurut laporan media Inggris, BBC , Iran saat ini tidak memiliki agenda senjata nuklir. BBC menyatakan Iran sejak awal menegaskan memang tidak menginginkan pengembangan program senjata nuklir.

Meski begitu, BBC melaporkan Iran memiliki banyak elemen yang diperlukan dan pengetahuan yang cukup untuk menciptakan senjata nuklir bagi haluan militer.

sumber: Antara, Reuters