sejumlah-pengungsi-banjir-bandang-beristirahat-di-posko-pengungsian-man_210408085612-154

Gubernur NTT Tutup Kamp Eksodus Seroja

Pengumpulan pengungsi di mulia tempat dikhawatirkan akan memicu penyebaran Covid.

REPUBLIKA. CO. ID, KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat berharap para pengungsi terdampak bencana badai siklon tropis Seroja tidak menempati kamp pengungsian. Situasi itu guna menghindari terjadinya penularan Covid-19.

“Sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian karena bisa berpotensi adanya penularan Covid-19, ” prawacana Viktor di Kupang, Selasa, terkait upaya pencegahan penyaluran Covid-19 di tengah petaka badai Seroja.

Ia mengatakan untuk menyekat penyebaran Covid-19 yang sedang terjadi di provinsi berbasis kepulauan ini maka masyarakat yang terdampak bencana dunia, lebih baik disebarkan ke rumah-rumah penduduk yang tak terdampak bencana. “Korban kesengsaraan ini sebaiknya disebar ke rumah-rumah warga yang menyetujui menampung para korban yang tertimpa bencana, ” kata pendahuluan Viktor.

Menurutnya, BNPB hendak menyiapkan anggaran sewa vila bagi para korban terdampak bencana alam badai seroja sebesar Rp500 ribu/bulan untuk imbalan kontrakan. Biaya kontrakan panti itu diberikan sambil menunggui proses relokasi dilakukan negeri.

Viktor mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Ketepeng yang melakukan upaya antisipasi secara dini terhadap penyaluran Covid-19 dengan melakukan rapid antigen terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian.

Menurut Viktor, seandainya diperlukan rapid antigen dilanjutkan dengan tes PCR pada semua korban yang tersedia di lokasi pengungsian buat mengantisipasi penyebaran Covid-19.

sumber: Antara